Kedua tangan Tri dengan kokoh memegang cangkul siang itu di kompleks Omah Sedulur CU Kridha Rahardja, 29 Mei 2026. Cuaca panas dan keringat yang mengucur di wajahnya tak membuat semangatnya surut. Ia sedang menggali tanah untuk lubang tanam anggur. Kegiatan menanam anggur adalah salah satu kegiatan yang dicanangkan dalam rangka hari ulang tahun ke-9 CU Kridha Rahardja. Manajer CU Kridha Rahardja, Nurma Lestari mengatakan, ulang tahun CU Kridha Rahardja dirayakan salah satunya dengan melakukan penghijauan di teritori-teritori aktif. Teritori adalah wilayah-wilayah yang dibagi sesuai domisili anggota CU Kridha Rahardja sebagai sarana untuk membentuk paguyuban dan komunikasi sesama anggota setempat. Nurma mengatakan, penghijauan dilakukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan. Maka, ia berharap pohon yang ditanam adalah tanaman keras yang bisa menyimpan air, menjaga tanah dan produktif menghasilkan buah. “Diharapkan tanaman yang ditanam adalah tanaman keras yang bisa menyimpan air,” katanya. Ini sangat cocok untuk kawasan yang minim air.
Sedangkan untuk teritori Wedi Timur yang dikoordinasi oleh Pemangku Teritori (Peter) Lukas Awi Tristanto lebih memilih anggur sebagai tanaman penghijauan mengingat di daerah tersebut anggota tinggal di pemukiman yang relatif padat penduduk dan bangunan. Maka, tanaman yang menjulang tinggi dan butuh ruang hidup lebih luas mesti dihindari karena bisa merusak bangunan dan menyentuh kabel-kabel listrik yang berbahaya. Anggur menjadi pilihan yang tepat dengan situasi tersebut. Ke depan, penanaman anggur ini diharapkan bisa memotivasi anggota dan warga setempat untuk bersama-sama juga menanam anggur sehingga tercipta kampung anggur. Harapan ini didukung oleh Yunanto yang sebelumnya telah punya pengalaman dalam budidaya anggur di pekarangannya.
Supaya anggota mempunyai pengetahuan yang memadai dalam budidaya anggur, Yunanto dalam pertemuan anggota di teritori Wedi Timur, 28 Mei 2026, menjelaskan cara budidaya anggur yang baik. Menurutnya, yang harus disiapkan dalam budidaya anggur adalah membuat media tanam yang baik dan sehat serta cara merawat yang memadai baik pada masa vegetatif maupun generatif.
Dalam sambutan hari ulang tahun ke-9, Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja, Romo Antonius Sumarwan SJ mengatakan, sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat. “Perjalanan ini tentu telah dilalui dengan berbagai dinamika, tantangan, kerja keras, dan juga capaian yang patut kita syukuri. Semua ini tidak lepas dari semangat gotong royong, kebersamaan, dan komitmen seluruh elemen yang ada di dalam CU Kridha Rahardja,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Romo Marwan mengajak segenap elemen untuk merenungkan peran masing-masing dalam CU Kridha Rahardja. “Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan kembali peran kita masing-masing, terlebih bagi para Komite, pemangku teritori dan para aktivis, lainnya yang menjadi ujung tombak dalam menggerakkan organisasi di lapangan. Peran para Komite, Peter, dan Aktivis lainnya, sangatlah strategis, bukan hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai penggerak, penghubung, sekaligus inspirator bagi sedulur lainnya,” kata Romo Marwan.
Ke depan, ia berharap peran serta tersebut semakin ditingkatkan dengan lebih aktif, lebih kreatif, dan lebih responsif terhadap kebutuhan bagi para sedulur.

“Dengan keterlibatan yang kuat dan sinergi yang baik, kita yakin CU Kridha Rahardja akan semakin bertumbuh, semakin dipercaya, dan semakin mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan para sedulur. Mari kita jadikan momentum ulang tahun ke-9 ini sebagai titik penguat komitmen kita bersama. Bersatu dalam misi dan visi, bertumbuh dalam kebersamaan, dan berdaya dalam pelayanan,” katanya.
Kalau di Wedi Timur dilakukan penanaman anggur, di teritori yang lain, anggota menanam pohon buah-buahan berbatang keras yang bisa menjulang tinggi dengan akar yang lebar, mengingat lahannya masih cukup luas.
