Komsos Itu Bagian Dari Pewujudan Tugas Kenabian

Dalam misa Pembukaan Temu Komunikasi Sosial (Komsos) Regio Jawa 2026 di Kapel Fransiskus Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), 17 Juni 2026, Ketua Komsos KWI, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo menegaskan, Komsos bagian dari pewujudan tugas kenabian

Berikut ini adalah homili lengkapnya.

Para Romo, teman-teman yang terkasih., pertama-tama selamat datang di gedung KWI ini. Di sinilah para gembala kita membangun sebuah komunitas persekutuan, komunitas pelayanan, komunitas di dalam saling berbagi, komunitas sharing khususnya dalam mewujudkan Tritugas Kristus di keuskupan masing-masing.

Tritugas Kristus berarti adalah tugas imami, tugas kenabian, dan tugas penggembalaan. Kalau hari ini kita dari bacaan pertama kisah tentang proses pewarisan kenabian dari Elia ke Elisa. Elisa memohon dua bagian roh dari Elia. Kalau kita pikir-pikir bagi kita di Komsos ini, ya jelas Elia seorang nabi pasti punya roh kenabian yang juga diminta, diharapkan, dimohon oleh Elisa. Demikian juga kita, Komsos itu bagian dari pewujudan tugas kenabian dari uskup kita masing-masing. Tapi satu bagian yang lain apa gitu ya? Saya pikir kita ngambil dari bacaan Injil hari ini, yaitu roh pelayanan tanpa pamrih, roh kerendahan hati, roh ketulusan. Ketulusan di dalam kita semua di Komsos ini banyak pengorbanan-pengorbanan.

Maka saya merasa bahwa kita mengawali pertemuan Komsos Regio Jawa ini juga kita mengambil dua bagian roh itu, Roh kenabian, roh mewartakan Tuhan dan kebenaran-kebenaran-Nya di satu sisi. Dan di lain sisi juga roh korban pelayanan. Roh ketulusan. Ketulusan di dalam pelayanan. Karena di dunia Komsos kita saat ini, godaan yang terbesar itu adalah egosektoral dan narsis. Itu seakan-akan pusat pelayanan kita adalah supaya aku dilihat orang, supaya aku yang justru menjadi dilayani.

Maka teman-teman yang terkasih, ketika kita bertemu di sini, tuan rumah juga menawarkan dua bagian baju Elia ini ya. Di satu sisi kita adalah bagaimana memelihara. Konon ini dari spirit yang didengungkan oleh Bapak Kardinal di Keuskupan Jakarta dan kepada kita semua. Kita seringkali lupa, punya tugas utama memelihara, memelihara warisan-warisan Gereja. Nah, itu tampaknya kenapa besok kita ini kunjungan ke paroki, ke museum supaya ingat kita ini punya masa lalu. Gereja itu ada sekarang karena memelihara kebenaran-kebenaran iman sejak 2000 tahun yang lalu. Ini yang terus harus kita pelihara. Kalau tidak kita ini akan terserap habis di dalam kemajuan-kemajuan dan isu-isu yang ada di sekitar kita.

Di samping memelihara kebersamaan dengan sesama. Sesama itu artinya juga sesama umat Katolik, tetapi juga sesama anggota masyarakat, sesama manusia, singkatnya memelihara martabat kemanusiaan, tetapi juga kita bersama-sama dengan alam. Maka bagaimana kita dimensi pemeliharaan ini juga berdimensi ekologis.

Teman-teman sekali lagi kita datang di sini bukan untuk supaya aku dilihat orang. Jadi, Komsos keuskupanku yang lebih baik daripada yang lain, bukan ya. Tetapi kita sama-sama mau mendalami, menegaskan tentang tugas perutusan kita. Kita ini bagian penting dari pewartaan Gereja. Komsos itu mengkomunikasikan seluruh kekayaan Gereja kepada sosial, khalayak ramai dunia kita.

Dan itu begitu banyak hal yang bisa kita komunikasikan termasuk di dalamnya hal-hal yang kita warisi sejak 2000 tahun yang lalu sejak berdirinya Gereja yaitu kekayaan iman, kekayaan pengharapan, kekayaan ajaran. Kekayaan terutama kekayaan kehadiran sakramental di tengah masyarakat ini. Nah, ini yang terus coba kita wartakan sehingga kita ini sungguh-sungguh menghadirkan Gereja melalui media sosial.

Teknologi sangat, memang dianugerahkan Tuhan kepada kita untuk membantu pewartaan ini, bukan untuk menguasai pewartaan. Tetapi kita ini memakai semuanya itu sebagai alat yang sungguh membantu kita di dalam tugas kenabian kita. Selamat untuk sharing bersama, saling menggali satu sama lain. Janganlah sombong bahwa keuskupanku sudah jauh lebih daripada keuskupan lain gitu ya. Tapi kita selalu punya kerendahan hati untuk belajar. Tetapi juga kita yang punya, kita juga tulus untuk memberikan kepada sesama kita, kepada Komsos yang lain, berbagi satu sama lain dengan tulus bukan untuk supaya kita dihormati, disembah atau dilihat, tetapi supaya pewartaan Gereja ini sungguh berkembang dan lestari. Terpujilah nama Tuhan Yesus kini dan sepanjang masa. Amin.

 

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *