Semarang, 27 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik St. Fransiskus Asisi Semarang (STPKat SFA) menggelar Wisuda XII dan Missio Canonica dengan mengusung tema “Menjadi Terang yang Membawa Harapan bagi Gereja dan Masyarakat” pada Sabtu (27/6/2026). Hadir dalam acara ini, antara lain Yang Mulia Uskup Keuskupan Agung Semarang yang diwakili oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX Sugiyana, Pr. dan Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama, Drs. Suparman, S.E., M.Si beserta perwakilan pembimas Katolik Kanwil Kemenag Jawa Tengah.,
Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi dalam rangka Missio Canonica yang dipimpin oleh Romo FX Sugiyana, Pr dan didampingi oleh Romo Ambrosius Heri Krismawanto, Pr. dan Romo Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF. Dalam homilinya, Romo Sugiyana menegaskan bahwa para lulusan dipanggil menjadi saksi Kristus di tengah Gereja dan masyarakat. Ia mengutip pesan Yesus agar para wisudawan “menjadi garam dan terang dunia” serta mengingatkan wisudawan/wati bahwa mereka menerima Missio Canonica sebagai perutusan resmi Gereja untuk berkarya sebagai guru agama Katolik maupun katekis di ladang Tuhan.
Rapat Senat terbuka dalam rangka wisuda dimulai pukul 10.00 WIB. Prosesi wisuda berlangsung dengan khidmat melalui pemanggilan wisudawan dan wisudawati, prosesi pemindahan kuncir, serta penyerahan ijazah yang diiringi lagu Gaudeamus. Prosesi wisuda ditutup dengan hiburan dari dosen, penyerahan tanda kenang-kenangan dari wisudawan kepada STPKat, penyerahan kenang-kenangan serta penerimaan anggota baru IKAFRAS.
Wisudawan terbaik Ragil Adi Wicaksono, S.Pd. menyatakan bahwa wisuda ini merupakan perayaan atas keberhasilan dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan setia, tekun, pengorbanan dan harapan. Sementara itu, Dr. Hartutik, M.Pd selaku Ketua STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang menegaskan peristiwa hari itu merupakan tanda berkat dan bukan sekadar seremoni serah terima ijazah. Kiranya, capaian-capaian tersebut dapat meneguhkan dan menguatkan lulusan dalam menghadapi dunia yang sebenarnya. Ketua Yayasan Pastoral Kateketik menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar keberhasilan studi, tetapi juga merupakan awal sebagai orang-orang yang bisa diandalkan sebagai terang yang membawa harapan bagi Gereja dan Masyarakat.
Dirjen Bimas Katolik Kemenag, Drs. Suparman, S.E., M.Si, menilai bahwa STPKat SFA memiliki peran penting dalam mencetak guru agama Katolik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, iman, integritas, dan semangat pengabdian. Menurutnya, para lulusan diharapkan mampu terus belajar, memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana, serta menjadi pembawa harapan dan penguat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Sementara itu, Romo Fransiskus Xaverius Sugiyana, Pr. mengajak para lulusan agar selalu menghadirkan wajah yang penuh sukacita, kasih, dan harapan dalam setiap pelayanan.
Menjelang akhir acara, suasana kembali hangat dengan penampilan hiburan dari mahasiswa dan dosen, penyerahan kenang-kenangan kepada almamater, serta penerimaan wisudawan/wati dalam keluarga Ikatan Alumni Santo Fransiskus (IKAFRAS).
Diwawancari setelah upacara, wisudawan bernama Gregorius Karyadi Puja Septiawan, S.Pd, mengungkapkan bahwa proses perkuliahan merupakan sebuah panggilan, bukan sekadar mencari ilmu. Ia berpesan kepada adik-adik tingkat agar tetap semangat menjalani studi, terus mengembangkan potensi diri, serta menjadikan panggilan sebagai pelayan Tuhan sebagai motivasi utama dalam belajar.
Wisuda XII STPKat SFA bukan sekadar seremoni pemberian ijazah. Peristiwa ini menjadi simbol lahirnya para pelayan yang siap menjadi terang di tengah dunia. Gelar yang diterima pada hari itu bukan hanya sebuah pencapaian akademik, tetapi juga sebuah amanat untuk terus menjadi terang yang membawa harapan bagi Gereja dan masyarakat.
Fransiska A L dan Ferdinandus Cahya Adi N (UKM Jurnalistik)
