Ketua Komisi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo dalam Misa Pembukaan Training of Trainers (ToT) Komsos KWI yang dilaksanakan di Pusat Pastoral Sanjaya, Muntilan, 24 Agustus 2026 menegaskan, misi utama Komsos dan seluruh insan Komsos Gereja Katolik adalah memperkenalkan, menunjukkan, memaparkan, mewartakan kekayaan, kebaikan, keindahan, kebenaran Gereja Katolik kepada seluruh khalayak masyarakat saat ini.
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Imagologi Komsos” itu, Uskup yang biasa disapa Mgr Didik itu juga menyampaikan, Komsos diutus untuk menghadirkan Gereja dan kekayaan iman (depositum fidei) dan seluruh kekayaan tradisi, apa yang indah, apa yang benar, apa yang baik di dalam Gereja.
Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah petikan homilinya.
Para Romo dan teman-teman yang terkasih,
Sekali peristiwa Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus anak Yosef dari Nazaret.” Natanael nampaknya sudah di bawah pohon ara sebelumnya.
Ini adalah seorang yang bergulat dengan imannya tentang siapa sebenarnya yang disebut Musa. Musa ini ada untuk apa dan apa maknanya bagi bangsa Israel dan seluruh bumi ini?
Dan ternyata Filipus mengatakan, “Aku sudah menemukan apa yang menjadi pergulatanmu itu, yaitu Yesus yang dari Nazaret itu.” Tetapi Natanael ternyata bertanya dengan jujur, dengan lugas, tidak ada yang disembunyikan. “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”
Para Romo dan teman-teman sekalian, pertanyaan Natanael yang namanya juga disebut sebagai Bartimeus, Bartholomeus. Bar artinya anak dari Tolmais, bapaknya yang dikenal. Tetapi bahwa ini disebut di dalam Injil Yohanes namanya Natanael. Natanael bertanya, “Mungkinkah dan apakah yang baik dari Nazaret itu atau dalam lebih spesifik personal apa yang dibawa oleh Yesus sebenarnya?”
Gereja saat ini, seperti diungkapkan dalam kitab Wahyu tadi, bahwa dalam visiun Yohanes, Gereja itu seperti bait suci Yerusalem yang pintunya terbuka ke segala arah. Saat ini Gereja menghadapi pintu yang bisa dimasuki dari segala arah. Tidak ada lagi ketertutupan, ketersembunyian di dalam Gereja, khususnya melalui media komunikasi, media sosial.
Dunia internet itu seperti pohon ara, payung besar yang menjadi keteduhan. Bahkan sebagian besar manusia saat ini penghiburannya ya berteduh di bawah pohon internet itu.
Anak-anak kecil sudah asyik di bawah pohon ara modern ini.
Banyak pertanyaan sebenarnya ketika orang mulai mengenal lebih terbuka realitas yang ada di dunia ini. Sebenarnya ada yang dicari di balik semua apa yang dialami saat ini.
Pertanyaan Natanael itu pertanyaan dunia saat ini kepada Gereja juga. Apa yang baik dari Gereja? Kita di Komisi Komsos dan seluruh insan komunikasi sosial itu diutus untuk menghadirkan Gereja dan apa kekayaan iman atau depositum fidei dan seluruh kekayaan tradisi, apa yang indah, apa yang benar, apa yang baik di dalam Gereja. Saat ini mesti kita beritahukan, kita wartakan, dan terutama misi yang dijalankannya.
Dan lebih dari itu Pribadi Yesus dari Nazaret yang mesti diperkenalkan, dikomunikasikan sampai pada gerombolan orang di bawah pohon ara itu.
Ini adalah misi yang sungguh sangat fundamental di zaman modern ini. Kita semua yang datang ke Muntilan ini dipanggil dan diutus. Kita dianggap, dianggap, sebagai nanti bukan hanya kita mengkonsumsi untuk diri kita sendiri selama training di sini, tetapi kita mesti membawa kekayaan, hal apa yang kita dapatkan di sini dan kita diutus untuk mendiseminasikan apa yang kita peroleh dalam konteks pastoral komunikasi di keuskupan kita masing-masing. Sehingga di keuskupan kita nantinya, mereka semua, masyarakat menjadi tahu. Dari tahu menjadi mengerti. Dari mengerti maka akan ada pesan yang menyentuh dan menjadikan mereka percaya. Dan dari percaya akan menjadi beriman. Mereka bukan hanya nanti tahu tentang siapa Yesus, tahu tentang apa itu Gereja, tetapi mengalami sebagai sebuah peristiwa karena pengkomunikasian kita. Sehingga mereka menjadi merasakan dan mengalami indahnya kebenaran yang dibawa oleh Gereja. Dulu. Dulu ada teolog Jerman yang namanya Karl Rahner itu memperkenalkan adanya istilah Kristen anonim (Anonymous Christian).
Ketika saya dan Romo Agung melaksanakan MoU untuk Vatikan News Bahasa Indonesia itu, teman-teman PWKI itu membawa patung, patung Yosef Arimatea untuk dimintakan berkat dan dipersembahkan bagi Bapa Suci. Tampaknya bagi Bapa Suci itu hal yang agak aneh dan mengejutkan sehingga kami tahu dari asistennya itu, “Uh, patung itu bagus sekali. Itu mau dipersembahkan ya?” “Iya.” “Tolong, nanti dipersembahkan!” Karena memang jarang. Mana ada para Romo, teman-teman sekalian sudah pernah bertemu dengan patung Yosef Arimatea di Keuskupan, di paroki kita, ndak pernah ada.
Tetapi ketika kami berjalan dari kantor dikasteri menuju rumah makan, ketika omong-omong, diskusi dengan Romo Markus Solo yang ada (di) Dikasteri Hubungan Antaragama Kepercayaan itu, beliau juga bertanya, “Kenapa ya di peristiwa MoU ini kok mempersembahkan patung Yosef Arimatea?”
Akhirnya kami menemukan bahwa nanti yang menikmati warta keselamatan dari Vatikan ini, Gereja Katolik ini bukan hanya anggota Gereja Katolik, tapi mereka adalah Yosef Arimatea yang ada di Indonesia ini, orang-orang agama lain, tetapi sudah ada ketertarikan dan simpatik dengan hal baik yang dilakukan oleh Gereja.
Dan ini adalah sungguh pesan yang memang penting bagi kita, insan Komsos Gereja. Misi utama Komsos, Komisi Komsos dan seluruh insan Komsos Gereja Katolik adalah memperkenalkan, menunjukkan, memaparkan, mewartakan kekayaan, kebaikan, keindahan, kebenaran Gereja Katolik kepada seluruh khalayak masyarakat saat ini.
Semoga para Romo, teman-teman, sungguh-sungguh di sini bukan hanya menerima, tetapi juga saling sharing, saling berbagi hal-hal baik yang ada di Komsos Keuskupan Anda masing-masing untuk memperkaya satu sama lain sehingga memperkuat gema, misi panggilan perutusan Komsos antar keuskupan.
Dan sepulang dari sini kita juga rindu untuk membagikan apa yang baik, apa yang benar, apa yang indah kepada Komsos paroki-paroki di keuskupan kita dan mereka semua anak-anak muda yang terpanggil di dalam karya Komsos. Tuhan memberkati. Amin.
