Sopir Green SM yang Jujur

Malam itu, dalam perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Pastoran Unio Indonesia, Timin menggunakan aplikasi Green SM seperti biasanya. Dari semua sarana transportasi yang ada, Timin mengalami bahwa menggunakan Green SM dari Bandara Soekarno-Hatta ke Pastoran Unio Indonesia merupakan pilihan paling murah dibandingkan dengan lainnya.

Ternyata, malam itu, tanggal 12 Juli 2026, merupakan malam yang unik. Pasalnya, seperti biasa, dari rerata biaya Green SM 183.000 rupiah kurang lebihnya, Timin selalu mempersiapkan 190.000 rupiah untuk pembayaran. Itu sudah komplit dengan biaya tol dan  parkir Bandara. Jadi, bonus buat driver rerata 5.000 sampai 7.000 rupiah.

Sesampai di Pastoran Unio Indonesia, Timin menghitung uang recehnya. Terdapat 490.000 rupiah. Timin berencana, menyerahkan 190.000 rupiah untuk biaya transportasi, dan yang 300.000 disisihkan untuk diserahkan kepada Mbak Retno, salah satu karyawati Pastoran Unio Indonesia, untuk berbagai urusan. Nah, dalam pikirannya, Timin menyerahkan 190.000 rupiah kepada Mas Farizi yang menjadi Driver Green SM. Namun, begitu masuk pastoran, saat Timin hendak memberikan yang 300.000 rupiah kepada Mbak Retno, ternyata yang 300.000 rupiah itu tidak ditemukannya di saku Timin. Mbak Retno pun berpikir: jangan-jangan jatuh di mobil. Kesimpulan pasti, uang itu jatuh di mobil Green SM, sebab Timin sangat yakin bahwa dia telah menghitung uang sebanyak 490.000 rupiah sesaat sebelum menyerahkan 190.000 rupiah kepada Mas Farizi, Driver Green SM malam itu.

Malam berlalu. Pagi tiba. Pagi-pagi benar, Mbak Retno menelpon Timin mengabarkan bahwa dicari “Sopir Taksi”. Omong punya omong, ternyata dialah Mas Farizi yang datang pagi-pagi benar untuk memberitahukan bahwa Timin membayar Green SM sebesar 490.000 dari seharusnya 190.000 rupiah. Terhadap Mas Farizi yang jujur itu, Timin hanya mau menerima 200.000 rupiah saja, sedangkan yang 100.000 rupiah dia hadiahkan kepada Mas Farizi, sopir yang jujur di tengah mega-korupsi dan kebohongan para pejabat di republik ini. Horeluya, masih ada orang yang jujur di negeri ini. Semoga kita semua dapat belajar jujur seperti dicontohkan Mas Farizi. (Timin)

 

 

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *