Pada kesempatan Perayaan Paskah Nasional V di Palu dan Sigi Sulawesi Tengah (24-27 April 2026), Timin mendapat kesempatan merayakan Ekaristi pada Hari Minggu Paskah IV yang juga merupakan Hari Minggu Panggilan di Paroki St. Paulus, Palu. Semua itu terjadi berkat kebaikan Romo Vikep Kevikepan Palu, Keuskupan Manado, RD Damianus Yangko Alo.
Sebelum Perayaan Ekaristi dimulai, Timin singgah di Pastoran, bersama RD Terry Ponomban, Sr. Yulia SDP, dan Mas Edi Nancu. Ibu Ivon – istri Pak Rudy yang menjemput kami, membuatkan Timin segelas kopi pahit.
Tiba-tiba datang seorang Ibu bersama putri (?) kecilnya, bernama Celine. Dengan bangga, Celine mengatakan bahwa meskipun masih kecil, dia sudah hafal doa Ave Maria. Timin pun meminta ananda Celine untuk segera melafalkannya. Dengan tenang, mantab, dan lancar, Celine pun mulai berucap: Ave Maria, gratia plena, Dominus tecum, Benedicta tu in mulieribus et benedictus fructus ventris tui, Iesus. Ave Maria Mater Dei ora pro nobis peccatoribus, nunc, et in hora mortis nostrae. Amen. [Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati. Amin.]
Sesaat sesudahnya, Timin pun berkata, “Celine, selanjutnya, doa tadi bisa kamu nyanyikan dengan nada sebagai berikut….. Timin mulai menyanyikan Ave Maria sebagaimana “Celine Dion” melantunkannya….. meski hanya sepenggal kalimat awal: Ave Maria, gratia plena…..”
Celine tampak berbinar. Wajahnya cerah. “Mau jadi Suster ndak?” Tanya Timin. Celine menganggukkan kepalanya dengan mantab sambil tersenyum. Wow, meski perjalanan masih panjang – karena usia Celine yang masih belia sebagai kanak-kanak – semoga benih panggilan yang ditaburkan Timin pada Hari Minggu Panggilan 2026 di Palu sungguh berbuah di kemudian hari nanti…. Amin. (Timin)
