Ketua Presidium Dewan Pengurus Pusat (DPP) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Elly Kusumawati dalam sambutan usai misa perayaan hari ulang tahun (HUT) WKRI ke-102 di Paroki Santo Andreas Kim Taegon, Jakarta, 26 Juni 2026, menegaskan pentingnya peran WKRI dalam membangun harapan, memberi solusi dan mewujudkannya dalam karya nyata serta berdampak di tengah masyarakat.
Saudara-saudariku yang saya cintai, 102 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. 102 tahun adalah kisah panjang tentang iman yang dihidupi, pengabdian yang dijalani, dan cinta kasih yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini, yang sangat istimewa ini, marilah kita memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pendiri, para perintis, para pendahulu dan seluruh anggota Wanita Katolik RI yang telah mengabdikan tenaga, pikiran dan hati mereka demi organisasi yang kita cintai di struktur manapun kita berada dan mengembangkan organisasi.
Berkat perjuangan merekalah, hari ini kita berdiri di sini sebagai organisasi perempuan Katolik yang tetap kokoh, relevan dan terus bertumbuh mengikuti perkembangan zaman.
Para Ibu yang saya kasihi, tema hari ulang tahun kali ini, tahun ini adalah ‘Melanjutkan Langkah Harapan: Merawat Rahim Kehidupan Demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi”. Tema mengajak kita merenungkan sebuah kata yang sangat dekat dengan kehidupan perempuan yaitu rahim. Rahim adalah tempat kehidupan dimulai, tempat yang hangat, aman dan penuh kasih. Tempat harapan bertumbuh pertama kali. Di sanalah dirawat kehidupan sebelum akhirnya hadir ke dunia. Namun makna rahim tidaklah berhenti pada tubuh perempuan. Rahim juga dapat kita maknai sebagai ruang kehidupan yang lebih luas. Keluarga adalah rahim kehidupan. Masyarakat adalah rahim kehidupan. Bahkan bumi tempat kita berpijak ini adalah rahim kehidupan yang harus kita jaga bersama.
Saat ini kita melihat berbagai tantangan di sekitar kita. Kekerasan terhadap perempuan dan juga terhadap anak masih terus terjadi. Kemiskinan dan ketimpangan sosial masih kita jumpai. Krisis nilai di tengah derasnya perkembangan teknologi menjadi tantangan baru bagi keluarga kita bersama. Di sisi lain, alam yang menjadi rumah bersama juga menghadapi berbagai kerusakan yang mengkhawatirkan. Pertanyaannya adalah apa yang bisa kita lakukan. Jawabannya mungkin dimulai dari langkah-langkah kecil kita, tetapi dilakukan dengan hati yang besar. Ketika kita mendampingi seorang ibu yang membutuhkan dukungan, kita sedang merawat kehidupan. Ketika kita membantu seorang anak memperoleh pendidikan yang layak, kita juga sedang merawat rahim kehidupan. Ketika kita menguatkan perempuan agar berdaya secara ekonomi dan sosial, kita juga sedang merawat rahim kehidupan. Ketika kita menjaga lingkungan, mengurangi sampah, menanam pohon dan mencintai bumi sebagai rumah bersama, kita juga sedang merawat rahim kehidupan.
Para Ibu sahabat hati, di usia 102 tahun ini, Wanita Katolik RI dipanggil untuk terus menerus menjadi bagian dari solusi. Kita dipanggil untuk menghadirkan harapan. Bukan sekadar membicarakannya. Harapan harus terlihat dalam sebuah karya. Harapan harus terasa dalam pelayanan. Harapan harus hidup dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat. Karena itu di tahun 102 ini, ulang tahun organisasi yang kita cintai ini, saya mengajak seluruh jajaran, pengurus dan anggota Wanita Katolik RI di seluruh Indonesia untuk mari kita terus memperkuat karya pelayanan yang konkret dan berdampak. Mari hadir bukan hanya sebagai organisasi yang dikenal besar dan kuat, tetapi sebagai organisasi yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Mari kita memperluas pemberdayaan perempuan, mari kita memperkuat perlindungan anak hingga ke akar rumput. Mari kita membangun kolaborasi dengan Gereja, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat demi terciptanya kehidupan yang lebih bermartabat bagi semua.
Kepada generasi muda Katolik, saya juga mengundang Anda semua untuk mengambil bagian dalam estafet perjuangan ini. Wanita Katolik membutuhkan semangat muda, kreativitas, inovasi, dan keberanian untuk menjawab tantangan zaman.
Saudara-saudari yang terkasih, perjalanan 102 tahun ini adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Kita menerima warisan perjuangan yang luar biasa. Dan kini giliran kita melanjutkannya dengan semangat yang sama bahkan lebih kuat lagi. Mari kita menjaga persatuan, merawat kebersamaan dan melangkah bersama dalam kasih Kristus.
Ibu-ibu yang terkasih, sebagai salah satu hasil kongres yang tertuang, yang kita sepakati bersama, bahwa dari waktu ke waktu secara khusus Dewan Pengurus Pusat akan semakin memperbaiki dan juga meningkatkan kinerja demi lancarnya organisasi yang kita cintai ini.
Pada hari yang berbahagia ini secara khusus kita semua mendapatkan sebuah hadiah. Secara simbolis nanti akan ada peluncuran panduan buku panduan kesekretariatan dan tata kelola kearsipan. Semoga dengan panduan ini, karya kita akan semakin dilancarkan. Harapannya, semoga Wanita Katolik Republik Indonesia semakin setia dalam pelayanan.
Mari kita semakin kuat dalam persaudaraan, semakin dipercaya masyarakat dan semakin menjadi berkat bagi Gereja serta bangsa Indonesia. Dirgahayu Wanita Katolik Republik Indonesia ke-102. Mari kita melanjutkan langkah harapan, merawat rahim kehidupan, mewujudkan perempuan berdaya, dan memastikan anak-anak Indonesia terlindungi. Wanita Katolik Republik Indonesia, satu hati, satu suara, stop kekerasan. Terima kasih. Tuhan memberkati!
