Syukur Atas Syukur 30 Tahun Imamat

Dalam kelemahan, kerapuhan, dan keberdosaan, saya bersyukur kepada Allah Bapa, bersama Sang Putra – Tuhan Yesus Kristus – atas rahmat Imamat yang dianugerahkan kepadaku. Dan bersama rekan-rekan seangkatan, kami bersyukur atas 30 tahun rahmat Imamat. Tepatnya, anugerah Imamat itu kami terima pada tanggal 8 Juli 1996.

Memasuki usia tepat 30 Tahun Imamat, saya bersyukur boleh meresapkan pesan yang disampaikan Paus Leo XIV per 12 Juni 2026 yang lalu (teks selengkapnya saya terjemahkan dan dimuat dalam edisi ini Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan, Juli 2026). Izinkan saya mengutip pesan Bapa Suci Paus Leo XIV pada bagian ini, “Saudara-saudaraku yang terkasih, melalui penahbisan kita, kita telah dikonfigurasikan kepada Kristus, namun kita harus selalu memperbarui karunia rahmat dalam diri kita melalui perayaan Ekaristi harian kita, doa, meditasi atas firman Allah, dan pelayanan yang rendah hati kepada saudara-saudari kita” (Paus Leo XIV, 2026).

Selanjutnya, Paus Leo XIV menulis, “Marilah kita tetap bersatu dengan Kristus dalam segala hal — dalam semua yang kita lakukan dan dalam semua yang terjadi pada kita setiap hari. Maka kekudusan yang telah kita cari melalui upaya-upaya yang terisolasi akan menyatakan dirinya sebagaimana apa adanya: sebuah tanggapan terhadap rahmat yang mendahului, menopang, dan mengubah kita. Sesungguhnya, kemanusiaan kita tidak terkotak-kotak. Doa, pelayanan, hubungan, kelelahan, sukacita dan kegagalan — bahkan waktu atau kasih yang tampaknya terbuang — semuanya menjadi tempat istimewa di mana Allah menyatakan diri-Nya dan kasih-Nya yang tak terbatas” (Ibidem).

Dalam 30 tahun perjalanan menghayati Sakramen Imamat, saya pun selalu belajar untuk menjadi seorang “imam yang memiliki hati yang jujur, sederhana, dan murni dapat menjadi kontemplatif di tengah-tengah tindakan, penuh belas kasihan dan setia di masa-masa pencobaan, dan gembira dalam pemberian dirinya” sebagaimana dipesankan Paus Leo XIV.

Saya bersyukur bahwa dari 30 tahun melayani sebagai seorang imam, saya boleh menghayati Imamat dalam pelayanan kepada semua orang. Artinya, saya boleh melayani tak hanya Gereja dan Umat Katolik melainkan juga masyarakat pada umumnya. Secara khusus hal itu terjadi dalam pelayanan saat saya mendapat mandat tugas perutusan sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Komisi HAK KAS) tahun 2008-2019. Seiring dengan itu saya melayani sebagai Wakil Ketua dan Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) 2013-2023. Andurohkat Pramuka Kwarda Jawa Tengah (2019-2024). Seiring dengan itu saya boleh melayani sebagai Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Kevikepan Semarang. Sejak Januari 2025 hingga setidaknya tahun 2028 (sesuai kontrak pertama, yang bisa diperpanjang 3 tahun berikutnya) saya melayani sebagai Sekretaris Komisi HAK Konferensi Waligereja Indonesia.

Dalam tugas-tugas perutusan tersebut, saya belajar menghayati “kehidupan imamat yang teguh dan sesuai dengan Hati Yesus” sebagai “tanda persatuan, perdamaian, dan belas kasihan” sebagaimana dipesankan Paus Leo XIV.

Sebagaimana diajarkan Paus Fransiskus, “di zaman yang ditandai oleh perpecahan dan ketakutan, para imam harus menjadi pembangun perdamaian dan saksi kelembutan Gembala yang Baik yang tahu bagaimana mengumpulkan yang tercerai-berai dan menyembuhkan yang terluka. Semangat kita bukanlah kegelisahan, tetapi limpahan kasih yang merupakan ‘ekstasi,’ keterbukaan, pemberian, dan perjumpaan” (Fransiskus, Surat Ensiklik Dilexit Nos No. 28).

Terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian penuh kasih selama 30 tahun menghayati Imamat. Mohon maaf atas keterbatasan, kekurangan, dan kelemahan saya dalam melayani Umat dan Masyarakat. Biarlah kuasa Tuhan sempurna di dalam setiap kelemahan yang ada (bdk 2 Korintus 12:9).

Salam Peradaban Kasih Ekologis Interreligius. Salam INSPIRASI Lentera yang Membebaskan. Berkah Dalem.

Aloys Budi Purnomo, Pr

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *