Renungan Harian 26 Mei 2026

Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu St. Filipus Neri. Dia adalah seorang imam yang ditahbiskan tahun 1551. Sejak masa mudanya, ia mendapatkan pendidikan yang baik, khususnya sastra Latin.

Ia sudah sejak masa mudanya membina kaum miskin dan kaum gelandangan, para penganggur dan kaum muda, di bawah perlindungan Bunda Maria. Tuhan memberikan karunia kepadanya sehingga dapat membaca batin orang, dan karunia menyembuhkan orang-orang sakit. Beliau meninggal tanggal 26 Mei 1595 dalam usia 80 tahun.

Melalui Flp 4: 4-9 Paulus menyapa umatnya: Saudara-saudara, bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Jadi akhirnya, Saudara-saudara, semua yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan yang telah kamu terima, dan yang telah kamu dengar dan yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Yohanes dalam injilnya (Yoh 17: 20-26) mewartakan doa Yesus kepada Bapa-Nya: Ya Bapa, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Paulus yang telah dikasihi Kristus dan mengalami sendiri “anugerah-anugerah surgawi, mengajak umat untuk menghidupkan dan melakukan semua yang baik, yang adil dan mulia dan membawa kebajikan. Dia benar-benar bertekad hidup baru dan siap menyerahkan nyawa karena Kristus. Hendaknya kita yang telah dikasihi dan dibaharui Kristus juga meneladan hidup dan pengorbanan Paulus.

Dua, dalam salah satu ungkapan doa-Nya, Yesus menyatakan: “Aku berdoa bagi mereka yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka yaitu para rasul dan para pengganti mereka”. Orang yang percaya kepada Kristus bukan hanya pada saat itu saja, tetapi juga pada zaman kita sekarang. Dengan demikian, doa Yesus juga diberikan kepada kita dan anak cucu kita. Sangatlah mulia dan bijaksana bahwa kita mendoakan, mendukung dan membantu para pewarta agar mereka tetap baik, sehat dan setia. Juga semoga banyak generasi muda yang rela untuk menjadi pewarta iman sebagai imam, bruder dan suster, serta utusan-utusan di pelbagai bidang kehidupan. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *