Hari Minggu Paskah IV-Minggu Panggilan
Minggu, 26 April 2026
Bacaan I : Kis.2:14a,36-41
Bacaan II : 1Ptr.2:20b-25
Bacaan Injil :Yoh. 10:1-10
Imam Anugerah Paling Berharga
Pada hari ini kita merayakan Hari Minggu Paskah IV sekaligus Hari Minggu Panggilan. Pada tahun 2026 ini kita merayakan Minggu Panggilan Sedunia ke-63. Biasanya di banyak paroki diadakan aneka kegiatan aksi panggilan, promosi panggilan, dan lain-lain.
Merenungkan bacaan Injil hari ini, kita diingatkan akan pribadi Yesus sebagai gembala yang baik.Seorang gembala yang baik dikenali dan diikuti oleh domba-dombanya. Dia menuntun domba-dombanya menuju pada keselamatan. Seorang gembala akan masuk melalui pintu. Suaranya pun akan dikenali oleh domba-dombanya.
Menurut Santo Yohanes Maria Vianey (1786 – 1859), seorang gembala yang baik, seorang pastor di hati Tuhan, adalah harta terbesar yang dapat dianugerahkan Allah yang baik kepada suatu paroki,dan adalah salah satu dari anugerah paling berharga dari kerahiman ilahi.
Selain itu, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai pintu keselamatan. Yesus menegaskan, “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat”. Seorang imam adalah gembala umat. Berkat rahmat tahbisan, dia dapat menjadi penyalur rahmat sakramen kepada umat.
Atas sabda Yesus hari ini, saya juga teringat akan pernyataan Santo Yohanes Maria Vianey.Diungkapkan santo pelindung para imam ini, “Tanpa imam, wafat dan sengsara Tuhan kita Yesus Kristus tak akan ada artinya sama sekali. Imamlah yang melanjutkan karya penebusan di dunia.Apakah gunanya sebuah rumah penuh emas berlimpah, jika tak ada seorang pun yang membukakan pintunya bagimu! Imam memiliki kunci harta pusaka surgawi; imamlah yang membukakan pintunya bagimu; imam adalah pelayan Allah yang baik, penyalur harta kekayaan-Nya”.
Dalam perjalanan sejarah Gereja, kita tahu bahwa benih-benih panggilan dapat tumbuh subur karena peranan banyak orang yang peduli pada para (calon) imam. Salah satunya mereka yang mendoakan Doa Senakel (Gerakan Imam Maria).
Mari kita terus mendoakan para imam dan calon imam, baik secara pribadi maupun bersama. Bisa dalam paguyuban Doa Senakel, Paguyuban Wali Timbalan, Paguyuban Sabtu Imam,dan sebagainya. Mari kita ajak pula anak-anak kita berkunjung ke seminari, biara, susteran atau bruderan. Paling tidak kita juga pernah bertanya kepada anak-anak kita atau murid-murid kita: Besok menjadi imam ya, Dik? Besok menjadi suster ya, Dik? Besok menjadi bruder ya, Dik?
Semoga di paroki-paroki semakin subur benih-benih panggilan menjadi imam, suster dan bruder.Terimakasih atas segala aneka bentuk dukungan, doa dan perhatian Anda semua untuk para imam,suster dan bruder.
Pertanyaan refleksinya, sejauh mana kita mengenal suara Sang Gembala Utama dalam hidup sehari-hari? Apa saja bentuk dukungan kita untuk menyuburkan panggilan menjadi imam, suster dan bruder selama ini dan yang akan datang?#
Yohanes Gunawan,Pr
Rektor Seminari Tahun Orientasi Rohani Sanjaya,
Jangli-Semarang
