Renungan Harian 25 April 2026

Hari ini kita merayakan pesta St. Markus penulis Injil. Dia berasal dari Yerusalem dan sejak masa mudanya mengenal Yesus, pelayanan dan pengajaran-Nya. Di dalam injilnya, dia menulis ada seorang muda yang mengikuti Yesus ketika Yesus digiring ke Mahkamah Agama. Orang muda itu hendak ditangkap serdadu tetapi dia berhasil melarikan diri. Mungkin sekali orang muda itu adalah Markus, karena cerita itu hanya tertulis di injil Markus.

Ia mula-mula menjadi juru bicara Petrus dan kemudian menemani perjalanan Paulus dan Barnabas ke wilayah para bangsa bukan Yahudi. Dia kemudian ke Mesir dan dipilih menjadi Uskup Alexandria dan mati dibunuh.

Melalui 1 Ptr 5: 5b-14, Petrus menyapa umatnya: Saudara-saudara yang terkasih, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh. Kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercayai, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya! Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.

Markus dalam injilnya (Mrk 16: 15-20) mewartakan: Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri kepada para rasul-Nya. Ia berkata: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai mereka yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka. Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka. Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Yesus ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergi lalu memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Markus menuliskan apa yang dialami dan dia rasakan tentang Yesus dan peristiwa pengadilan di Makamah Agama, bukan sekadar sebagai informasi tetapi kesaksian iman tentang Kristus yang mati dan dibangkitkan Allah. Dia juga menyertai Petrus dan Paulus, sehingga tulisan di injilnya merupakan “kesaksian iman dari orang-orang yang hidup dan dekat dengan Yesus. Hendaknya kita berterima kasih kepada Markus yang menulis kesaksian iman itu, dan semoga kita tidak ragu-ragu tentang apa yang tertulis dalam Kitab Suci.

Dua, Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada para rasul dan beberapa orang lain, untuk menyatakan bahwa Dia yang telah mengalahkan maut, adalah Jalan Kehidupan dan telah memberikan “roti kehidupan” agar umat manusia mendapatkan keselamatan. Dia datang bukan untuk dilayani, atau mencari kesenangan/popularitas. Semoga kita pun demikian. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *