Renungan Harian 5 April 2026

Hari Raya Paskah-Kebangkitan Tuhan

Minggu, 5 April 2026

Bacaan I                : Kis. 10:34a,37-43

Bacaan II              : Kol.3:1-4

Bacaan Injil          :Yoh.20:1-9

Iman Kita Sia-Sia Tanpa Kebangkitan Yesus

Selamat Paskah 2026! Tuhan sudah bangkit mulia. Alleluya!

Bacaan Injil pada Hari Raya Paskah ini mengisahkan tentang kebangkitan Yesus yang disaksikan pertama-tama oleh seorang wanita, yaitu Maria Magdalena. Baru kemudian oleh para murid lainnya. Saat melihat makam Yesus terbuka dan jenazah Yesus tidak ada lagi di situ, Maria Magdalena bingung dan ketakutan. Dia menduga jenazah Yesus dlicuri orang. Dia segera berlari kembali kepada para murid untuk menyampaikan bahwa makam Yesus kosong.

Simon Petrus dan para murid yang mendengar warta Maria Magdalena ini pun berlari ke arah makam Yesus, ingin melihatnya sendiri. Ketika Simon Petrus dan para murid yang lain sampai ke makam Yesus, dan melihat tanda-tanda kebangkitan Yesus, iman mereka bertumbuh. Tidak seperti Maria Magdalena yang berpikir tentang jenazah Yesus yang hilang, Simon Petrus dan para murid lainnya mulai memahami bahwa segala sesuatu yang telah Yesus katakan sebelumnya sekarang menjadi kenyataan.

Orang-orang Yahudi memandang kematian Yesus di salib sebagai kematian terkutuk. Penyaliban Yesus bagi para rasul seolah-olah memutus masa lalu, masa kini dan masa depan mereka. Berbeda dengan kaum wanita yang mengikuti Yesus sejak dari Galilea. Hati mereka memang hancur ketika melihat Yesus wafat di salib. Namun mereka tetap tidak kehilangan masa lalu ketika Yesus masih bersama mereka dan menawarkan kedamaian, kegembiraan dan harapan.

Kendati orang-orang memandang Yesus sebagai Mesias yang gagal, Maria Magdalena tetap mengasihi-Nya karena dia pun telah dikasihi Yesus. Dia ikut sampai di bukit Golgota, ikut menurunkan dan merawat jenazah Yesus. Dia pun tahu di mana Yesus dikuburkan.

Bagi Maria Magdalena, Yesus dan kasih-Nya tetaplah aktual. Dia tidak kehilangan ikatan dengan Yesus meskipun Yesus sudah menjadi jenazah. Kehebatan sikap para perempuan itu ternyata membuat mereka menerima karunia untuk melihat pertama kali makam Yesus yang kosong dan bahkan kemudian melihat Yesus yang telah bangkit.

Dalam perikop yang lain, penampakan Yesus kepada Maria Magdalena menunjukkan bahwa Tuhan itu sungguh hidup dan bangkit dari antara orang mati. Begitu disapa dengan secara pribadi dengan namanya, Maria Magdalena langsung percaya dan berseru, “Aku telah melihat Tuhan”. Melihat adalah kegiatan yang biasa dilakukan orang karena memiliki mata. Namun tidak semua orang dapat melihat Tuhan yang sudah bangkit. Orang bisa saja melihat yang lain (seperti hantu) dan bukan Tuhan. Semuanya itu tergantung dari sisi mana dia melihat. Maria Magdalena mampu melihat Tuhan Yesus yang bangkit, karena memiliki ketajaman hati dan iman sehingga mampu melihat Yesus sebagai Tuhan yang bangkit.

Pertanyaan refleksinya, apa makna paskah bagi perjalanan iman kita saat ini? Apa saja komitmen kita untuk mewartakan Yesus yang bangkit pada zaman sekarang ini?#

Yohanes Gunawan,Pr

Rektor Seminari Tahun Orientasi Rohani Sanjaya,

Jangli-Semarang

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *