Renungan Harian 4 April 2026

KITA MERAYAKAN MALAM PASKA

Dalam Kej 1: 1-2: 2 dikisahkan Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya. Semuanya yang diciptakan selama 6 hari, baik adanya. Tidak semua ayat dikutip di sini.

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.”

Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Dalam Kel 14: 15-15:1 dikisahkan Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Mereka menyeberangi Laut Merah.

Dalam Yeh 36: 16 dan seterusnya Allah membaharui perjanjian dengan umat-Nya. Kepada mereka diberikan hati yang baru.

Melalui Rom 6: 3-11 Paulus menyapa umatnya: Saudara-saudara, tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.

Kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Matius dalam injilnya (Mat 28: 1-10) mewartakan: Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Dan, terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu serta menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan para penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.

Lalu, malaikat itu berkata kepada para perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

Segeralah pergi dan katakanlah kepada para murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.”

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada para murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Lalu, kata Yesus: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, betapa agung dan mulianya Allah kita. Dia telah menyiapkan segala sesuatunya untuk umat-Nya agar mereka hidup bahagia dan sejahtera. Tak henti-hentinya Dia menyatakan kerahiman dan penyertaan serta pembelaan-Nya karena hidup mereka amat berharga. Segala sesuatu Dia perbaharui. Janji setia yang diputuskan manusia Dia pulihkan. Hati yang membatu diganti dengan hati yang baru dengan mencurahkan Roh Pembaharu. Maka, pantaslah kita sebagai umat baru bangga dan bersyukur, karena mempunyai Allah seperti Dia, yaitu Allah yang diwartakan Kristus, Anak Allah dan Penebus.

Dua, perempuan yang pagi-pagi benar pergi ke kubur dan berjumpa dengan malaikat yang mengajak mereka untuk melihat makam Yesus, adalah para saksi kunci kebangkitan. Apalagi ketika hendak mewartakan peristiwa itu kepada para murid Yesus, mereka diyakinkan Yesus sendiri yang menjumpai mereka dan memberi salam.

Yesus benar-benar bangkit dan telah mengalahkan belenggu dosa dan maut. Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup dan pemenang atas kematian. Kepada Dia kita menyerahkan hidup kita, karena Dia adalah jaminannya. Amin.

Mgr Nico Adi Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *