Hari ini kita memperingati Maria Ratu Rosario. Pada tanggal 7 Oktober 1571 umat beriman menang perang melawan pasukan Turki Ottoman, di Lepanto, berkat pertolongan Bunda Maria melalui doa rosario. Semangat doa tersebut digelorakan Paus Pius V sehingga musuh dapat dikalahkan.
Dalam Kis 1: 12-14 dikisahkan: “Ketika itu, kembalilah para rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang.
Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Lukas dalam injilnya (Luk 1: 26-38) mewartakan: Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut ketika mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
Tanya Maria: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, doa bersama di dalam kelompok kecil, telah dimulai oleh para rasul. Pada waktu itu Bunda Maria juga bersama mereka. Doa bersama mempunyai kekuatan yang luar biasa bagi kehidupan pribadi maupun kelompok. Maka, semangat dan kesatuan karena doa bersama di Lepanto, dapat mengalahkan musuh. Saat ini selain manusia, ada banyak musuh yang tidak kelihatan yaitu kuasa kegelapan. Maka, sering-seringlah bergabung untuk doa rosario bersama.
Dua, Maria sejak semula telah dipilih Allah untuk menjadi Bunda Yesus. Maka dia dilengkapi dengan rupa-rupa anugerah yang dia butuhkan. Maka, dia sanggup menanggung aneka perasaan yang tidak enak dan beban berat sampai Yesus bangkit.
Pengorbanan dan kesetiaannya yang besar itulah yang membuat kita berani juga untuk datang kepadanya dan minta tolong. Semoga kita putra-putri Maria, siap untuk menjadi orang-orang yang murah hati dan siap untuk berkorban. Amin.
Mgr Nico Adi, MSC
