Hari ini kita memperingati 1 orang kudus, yaitu St. Alfonsus Maria de Ligouri.
Melalui Rom 8: 1-4 Paulus menyapa umatnya: Saudara-saudara sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah.
Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Matius dalam injilnya (Mat 5: 13-19) mewartakan sabda Yesus: “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga. Sebaliknya, siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, Paulus memberikan kesaksian bahwa bagi mereka yang berada dalam Kristus tidak ada penghukuman. Hal itu bisa terjadi karena mereka mengalami kasih dan sukacita bersama para kudus sehingga tidak berbuat dosa. Di mana tidak ada dosa, di sana tidak ada penghukuman.
Dua, Yesus menyatakan dengan jelas: “Kamu adalah garam dunia”. Garam itu warnanya putih, ada yang halus dan yang kasar, rasanya asin, gunanya untuk memberi rasa, dan sifatnya melebur. Wujudnya menghilang tetapi rasanya tetap ada.
Garam atau terang baru ada manfaatnya ketika digunakan. Maka, kalau hanya untuk pajangan/disimpan, garam itu tidak memberi pengaruh apa pun pada benda/makanan yang ada di sekitarnya. Terang yang ditutup dengan kaleng juga tidak ada gunanya. Yesus mengatakan hal itu, supaya kita bagaikan “garam/terang yang aktif digunakan”. Amin.
Mgr Nico Adi MSC
