Hari ini kita memperingati 1 orang kudus, yaitu St. Bonifasius – uskup dan martir.
Dia lahir di Inggris dengan nama Wilfried. Setelah ditahbiskan sebagai imam, dia diutus ke Frisia – Jerman. Karena orang Frisia memusuhi orang kristen, mereka menolaknya. Maka Wilfried pergi ke Roma. Di sana dia diterima Paus Gregorius II, dan diberi nama Bonifasius.
Kemudian dia diutus ke Jerman, melayani umat dengan baik dan setia. Tahun 722 diundang ke Roma dan di sana ditahbiskan sebagai uskup, lalu diutus untuk umat beriman di Jerman. Dalam perjalanan untuk pelayanan krisma, dia, para imam dan 53 orang awam diserang para musuhnya, dan meninggal sebagai martir 754.
Dalam Kis 26: 19-23 dikisahkan: Pada waktu itu, Paulus berkata kepada raja, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat. Mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada para bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu.
Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku. Oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar. Dan apa yang kuberitakan itu tidak lain dari yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa. Isinya adalah bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada para bangsa lain.”
Yohanes dalam injilnya (Yoh 10: 11-16) mewartakan sabda Yesus: Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan menceraiberaikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan mereka mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi mereka. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini. Mereka harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, Paulus menyampaikan kepada raja Agripa bahwa dirinya dibenci dan dimusuhi karena dipandang menyebarkan ajaran sesat tentang Yesus dan injil-Nya. Meski diperlakukan demikian, Allah tidak membiarkan utusan-Nya binasa. Dengan kemuliaan dan kekuasaan-Nya, Dia dapat menyingkirkan semuanya itu, sehingga sabda-Nya tetap hidup dan menjangkau banyak bangsa.
Dua, Yesus menyatakan dan memberikan teladan bahwa sebagai gembala yang baik, para utusan hendaknya dengan tulus dan setia memperhatikan dan siap berkorban bagi domba-domba-nya. Juga ada banyak domba yang dari kandang lain, yang harus diterima dan digembalakan, meski ada banyak risiko yang dihadapi.
Disiksa, difitnah dan dibunuh juga dialami Uskup Bonifasius dkk. Semoga semangat mereka diteladan para gembala pada zaman ini. Amin.
Mgr Nico Adi MSC
