Minggu, 3 Mei 2026
Hari Minggu Paskah V
Bacaan I : Kis. 6:1-7
Bacaan II : 1Ptr. 2:4-9
Bacaan Injil : Yoh. 14:1-12
Janganlah Gelisah Hatimu!
Tak jarang hidup kita diwarnai rasa gelisah. Hidup kita tidak tenang. Ada rasa khawatir yang menyertai. Biasanya orang gelisah dengan apa yang akan terjadi. Gelisah dengan masa depan. Gelisah dengan ketidakpastian yang ada. Apalaginya situasi masyarakat kita beberapa bulan terakhir ini diwarnai perang Amerika-Israel melawan Iran yang berdampak pada situasi global. Beberapa negara mengalami kegelisahan dengan kelangkaan energi dan bahan bakar minyak.
Pada Minggu Paskah V ini kita diingatkan agar jangan gelisah (dan takut). Mengapa? Karena Tuhan mengetahui bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi gelisah. Permasalahan keluarga, kondisi keuangan, pergumulan di dalam dosa dan penyakit dapat membuat kita menjadi gelisah dan khawatir. Termasuk bagaimana nantinya setelah orang mengalami kematian.
Tuhan mengingatkan agar kita tak perlu gelisah. Kita diajak untuk tetap percaya. Mengapa? Tuhan sudah menyediakan tempat bagi kita di surga. Oleh karena itu, kematian bagi kita orang yang percaya sesungguhnya bukanlah sesuatu yang menakutkan, karena merupakan awal dari kehidupan yang baru, di mana kita beroleh pemenuhan akan pengharapan iman kita. Tuhan akan menyediakan tempat bagi kita dan kita akan tinggal bersama-Nya.
Tuhan Yesus menegaskan, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:6). Santo Agustinus pernah mengatakan, “Adalah penting bahwa Tuhan Yesus mengatakan, ‘Akulah jalan’ untuk menunjukkan kepada para rasul bahwa mereka sesungguhnya telah mengetahui atau mengenal apa yang mereka pikir tidak mereka kenal, sebab mereka sudah mengenal Dia.”
Masalahnya, sejauh mana kita sudah mengenal Tuhan Yesus selama ini? Dalam penjelasan The Navarre Bible St. John, dikatakan bahwa Yesus menjadi ‘jalan’ kepada Bapa melalui 5 cara, yaitu: Pertama, melalui ajaran-Nya; sebab dengan berpegang pada ajaran-Nya kita akan sampai ke surga; Kedua, melalui iman yang diinspirasikan-Nya, sebab Ia datang ke dunia, sehingga “barang siapa yang percaya kepada-Nya dapat beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16); Ketiga, melalui teladan-Nya, sebab tak ada yang dapat sampai kepada Allah Bapa tanpa meneladani Kristus; Keempat, melalui jasa-Nya, yang memampukan kita untuk masuk ke tempat kediaman abadi, dan Kelima, Kristus adalah jalan, karena Ia menyatakan Allah Bapa, yang dengan-Nya Ia adalah Satu, karena ke-Allahan-Nya.
Menurut Archbishop Fulton John Sheen (1895-1979) yang pernah menghitung kata “Jangan takut” di Kitab Suci, konon jumlahnya adalah 365 kali. Tentu ini bukan kebetulan, dan bahwa Tuhan mengingatkan kita setiap hari dalam setahun agar kita jangan takut, jangan lekas gelisah dan khawatir. Ini adalah pesan yang selalu relevan dan pas dengan keadaan kita saat ini. Sebab apapun yang sedang kita hadapi, baik tantangan, kesulitan, ataupun bencana, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (lih. Rom 8:38-39).
Jika kita berpegang kepada Kristus dan mengandalkan Dia, yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, kita akan memperoleh jalan keluar. Jika janji Tuhan ini digenapi dalam hidup banyak orang percaya, kita harus yakin hal itu juga terjadi dalam hidup kita. Dalam Tuhan, selalu ada jalan keluar, bukan jalan buntu.
Pertanyaan refleksinya, sejauh mana selama ini kita mengenal dan percaya pada Yesus? Apa yang biasanya membuat kita gelisah dan takut dalam hidup ini?#
Yohanes Gunawan, Pr
Rektor Seminari Tahun Orientasi Rohani Sanjaya,
Jangli – Semarang
