Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu Santo Martinus. Dia berasal dari keluarga militer. Oleh ayahnya dia dididik menjadi seorang perwira militer juga. Dalam perjalanan dinas, di tengah hujan dan cuaca dingin, dia bertemu dengan seorang yang kedinginan. Tanpa berpikir panjang, dia memotong mantolnya menjadi dua. Yang sepotong dia berikan kepada orang asing itu. Pada malam harinya Yesus menampakkan diri dalam mimpi dan mengatakan bahwa Dia adalah orang asing yang dia tolong itu.
Peristiwa itu mengubah hidupnya. Dia tinggalkan dinas kemiliteran dan mengabdikan diri sebagai rahib. Bersama St. Hilarius dia mendirikan biara di Perancis. Biara itu berkembang dan banyak orang muda mengikuti cara hidupnya sebagai rahib. Pada usia 55 tahun, dia ditahbiskan sebagai uskup.
Dalam Yes 61: 1-3a diserukan oleh nabi Yesaya: “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan mereka yang terkurung kelepasan dari penjara.
Ia mengutus aku untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar.
Matius dalam injilnya (Mat 25: 31-40) mewartakan sabda Yesus: “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama dengan Dia, Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing.
Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawa: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, pertemuannya dengan orang asing dalam perjalanan dinasnya, telah menjadi titik balik bagi Martinus. Dia diurapi oleh Roh Allah untuk memberitakan “pembebasan banyak orang dari pelbagai belenggu kehidupan” dan mewartakan tahun rahmat Allah sudah datang. Pembaharuan dan kehidupan para rahib telah menjadi tanda kemurahan Tuhan. Mungkin kita tidak mengalami peristiwa-peristiwa besar, namun “perjumpaan dengan orang-orang kecil/orang-orang asing di perjalanan atau di bis/di kereta api atau di pasar” dapat menjadi pintu rahmat dan pembaharuan hidup kita.
Dua, Yesus menegaskan bahwa apa saja yang kamu lakukan bagi orang kecil/miskin, itu kamu lakukan untuk Aku”. Dia sering kali menghadirkan diri dalam wujud orang miskin, orang sakit, gelandangan, dan lain-lain. Ada banyak orang kecil/miskin dan tidak punya apa-apa di sekitar kita. Artinya untuk bertemu dan melayani Yesus, tidak perlu pergi jauh-jauh dan tidak berbelit-belit. Lakukan saja apa yang bisa dilakukan untuk mereka yang butuh bantuan dengan tulus dan gembira, dan biarkanlah pada saat itu Tuhan akan menghadirkan diri-Nya. Amin.
Mgr Nico Adi MSC
