HARI INI KITA MEMPERINGATI ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN
Kita mendoakan saudara-saudari kita yang telah meninggal namun belum masuk ke surga. Mereka masih harus menjalani “pembersihan dari semua kekurangan dan dosa”. Sekian puluh tahun yang lalu, mereka ini disebut “berada di api penyucian”. Kita percaya bahwa doa-doa kita adalah “silih” dan dapat membantu mereka sehingga segera mendapatkan kerahiman Allah dan masuk ke surga.
Dalam Yes 25: 6a.7-9 dikisahkan: TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar. Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa.
Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari semua wajah; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.
Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karena keselamatan yang diadakan-Nya!”
Dalam Why 21: 1-5a.6b-7 diberitakan: Aku, Yohanes, melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama dengan mereka.
Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”
Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
Markus dalam injilnya (Mrk 15: 33-39.16-1-6) mewartakan: Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga. Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Ketika mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Lihat, Ia memanggil Elia.” Lalu, datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: “Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia.”
Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!”
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”
Ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, Tuhan akan menciptakan langit dan bumi yang baru. Di tempat itu, tidak akan ada perkabungan atau pun kematian, tetapi sukacita yang besar karena Allah sendiri yang akan mengadakan perjamuan besar bagi umat-Nya.
Hendaknya umat Allah/kita semua berjuang untuk mengalahkan kekuatan kegelapan dan menang atas kuasa dosa sehingga diperkenankan masuk ke perjamuan itu.
Dua, melalui sengsara dan kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus telah mengalahkan kekuatan dosa dan maut. Dia adalah Anak Allah yang telah membayar hidup kita dengan pengorbanan besar dan darah-Nya agar tidak ada seorang pun yang hilang.
Hendaknya kita bersyukur kepada-Nya yang telah membayar mahal kehidupan kita, dan tergugah untuk memberi silih agar para arwah diampuni dosa-dosanya dan diperkenankan untuk berbahagia kekal bersama-Nya. Dan mereka kemudian menjadi para pendoa bagi kami dan mereka yang rindu untuk menerima hidup kekal. Amin.
Mgr Nico Adi MSC
