Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu St. Theresia dari Yesus. Dia adalah biarawati Karmelites yang bersama Yohanes dari Salib mendirikan banyak biara Karmel. Tahun 1622 dinyatakan santa oleh Paus Gregorius XIV, dan diangkat sebagai pelindung Spanyol.
Melalui Rom 8: 22-27, Paulus menyapa umatnya: Saudara-saudara, kita tahu, bahwa sampai sekarang semua makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Kita diselamatkan dalam pengharapan, tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Dan jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Yohanes dalam injilnya (Yoh 15: 1-8) mewartakan sabda Yesus: “Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, Theresia dalam usia yang masih muda, bersama Yohanes dari Salib mendirikan banyak biara karmelites. Kerinduannya untuk membagikan rahmat Allah, adalah buah-buah rohaninya yang luar biasa karena bimbingan Roh Kudus yang memahami keluhan-keluhan yang tak terucapkan.
Semoga beliau tetap menjadi pendoa bagi kita yang hidup di dunia yang mengalami perubahan-perubahan yang amat cepat dan menawarkan banyak pilihan. Semoga kita memilih yang baik, benar dan menyelamatkan kehidupan diri sendiri dan sesama.
Dua, undangan Yesus amat jelas: tinggal di pokok anggur agar kita berbuah banyak. Di dalam situasi yang tidak pasti, undangan Yesus yang menjamin kehidupan kita hendaknya menjadi pilihan utama. Amin.
Mgr Nico Adi MSC
