Renungan Harian 16 September 2026

Hari ini kita memperingati 2 orang kudus yaitu St. Kornelius dan Siprianus – Martir.

Kornelius dilantik menjadi Paus, setelah pendahulunya wafat tahun 250. Meski pelayanan pada waktu itu amat membahayakan jiwanya, dia tetap melaksanakan tugas kegembalaannya. Dalam situasi seperti itu Uskup Siprianus memberikan dukungan dan semangat kepadanya.

Paus Kornelius wafat di pengasingan di pelabuhan Roma tahun 253. Sedangkan Siprianus wafat tahun 258 pada masa penganiayaan oleh Kaisar Valerius.

Melalui 2Kor 4: 7-15, Paulus menyapa umatnya: Saudara-saudara, harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.

Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. Meski demikian, karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama dengan Yesus.

Dan Ia akan menghadapkan kami bersama dengan kamu kepada diri-Nya, sebab semuanya itu terjadi karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

Yohanes dalam injilnya (Yoh 17: 11-19) mewartakan doa Yesus kepada Bapa-Nya: Ya, Bapa, Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Selama bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

Dan sekarang, Aku datang kepada-Mu dan mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Paulus amat menyadari kerapuhannya. Di hadapan Allah, dia tidak punya kekuatan dan arti apa pun. Di sisi lain, dia mengalami dihina, disiksa, ditindas namun “tidak putus asa dan menyerah” karena hidup dan kuasa Kristus bekerja di dalam dirinya.

Kuasa dan kekuatan Kristus itu pula yang hidup dan menguatkan Paus Kornelius dan Uskup Siprianus sehingga bertahan dalam melayani umat Allah meski banyak menderita dan diasingkan. Hendaknya kita percaya bahwa ketika melayani umat Allah dengan setia dan benar, hidup dan kuasa Kristus juga bekerja di dalam diri kita.

Dua, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya bagi para murid-Nya, bukan untuk mengambil mereka dari dunia ini, tetapi menguatkan mereka agar tetap setia sebagai saksi kebenaran dan kebaikan Tuhan.

Doa itu tetap berlaku juga bagi kita saat ini, sebagai penerus dan penghadir karya besar Tuhan, bagi umat-Nya. Semoga kita tetap percaya akan karunia-karunia yang dicurahkan kepada kita, karena doa Yesus itu. Amin.

Mgr Nico Adi Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *