Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu St. Monika. Dia adalah ibunda dari Agustinus yang ketika masih muda hidupnya kacau. Karena kesetiaannya dalam berdoa, bertapa dan tangisan yang tak kunjung putus, akhirnya Agustinus bertobat dan menjadi orang kudus juga.
Melalui 1Kor 1: 1-9 Paulus menyapa umatnya: Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
Matius dalam injilnya (24: 42-51) mewartakan sabda Yesus: Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Dan ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
“Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
Sebaliknya, apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama para pemabuk, dan tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, tuan itu akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, Paulus bersyukur karena umat yang digembalakan telah berkembang dalam iman, harapan dan tindakan kasih. Mereka juga percaya bahwa Allah mereka adalah Allah yang setia.
Dua, melalui sabda-Nya, Yesus menegaskan bahwa para pengikut dan para utusan-Nya tetap waspada terhadap aneka rintangan dan gangguan yang bisa muncul kapan saja, teliti, bertanggung jawab, jujur dan setia, serta punya sikap turut memiliki. Mereka bukan sekadar pekerja tetapi “wakil tuannya”. Semoga kita berusaha untuk memiliki kualitas diri yang demikian. Amin.
Mgr Nico Adi MSC
