HARI INI KITA MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN BANGSA KITA KE-81.
Dalam Sir 10: 1-8 diserukan: Pemerintahan yang bijak mempertahankan ketertiban pada rakyatnya, dan pemerintahan orang arif adalah teratur. Seperti penguasa bangsa demikian pun para pegawainya, dan seperti pemerintah kota demikian pula semua penduduknya. Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya.
Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya. Di dalam tangan Tuhanlah terletak kemujuran seorang manusia, dan kepada para pejabat dikaruniakan oleh-Nya martabatnya. Hendaklah engkau tidak pernah menaruh benci kepada sesamamu apapun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu.
Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun oleh manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah. Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang.
Melalui 1Ptr 2: 13-17 Petrus menyapa umatnya: Saudara-saudara, tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.
Inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
Matius dalam injilnya (Mat 22: 15-21) mewartakan: Pada waktu itu, pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh para murid mereka bersama dengan orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, diserukan dan ditegaskan para utusan Allah bahwa pemerintah yang melindungi dan memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya, akan lestari. Sebaliknya pemerintah/atasan yang serakah, gila kekuasaan dan uang, telah melanggar “amanat/perutusan Allah”. Akibatnya, mereka akan runtuh dan masyarakatnya akan sengsara. Hendaknya siapa pun yang sedang memerintah di bidang apa pun “memperhatikan peringatan itu”.
Dua, para musuh Yesus mencari jalan/alasan untuk menyalahkan/menyingkirkan Dia. Pintu masuknya adalah “hal pembayaran pajak”. Hendaknya kita waspada bahwa mereka yang tidak senang/memusuhi kita, akan mencari jalan dan kesempatan untuk menyalahkan/menjatuhkan kita.
Semua tantangan itu mengajak kita untuk hidup baik, jujur, benar, setia dan adil. Kita siap untuk mempertanggungjawabkan apa yang dipercayakan kepada kita dengan bukti-bukti tertulis. Orang baik dan benar, tidak takut terhadap tuduhan palsu. Amin.
Mgr Nico Adi MSC
