Renungan Harian 8 Agustus 2026

Hari ini kita memperingati 1 orang kudus, yaitu St. Dominikus. Dia lahir di Spanyol tahun 1170. Pada usia 24 tahun, dia masuk biara Osma dan kemudian ditahbiskan sebagai imam. Ketika muncul bidaah Albigensianisme (aliran yg menolak ajaran tentang Tritunggal mahakudus) Dominikus tampil dan melawan ajaran sesat itu. Tahun 1214 dia dan kawan-kawan mendirikan Ordo Pewarta (OP). Ia menekankan pendidikan para calon imam, kegiatan pewartaan, kepemimpinan ordo, dan penghayatan kaul kemiskinan. Dia meninggal di Bologna tahun 1221, dan dinyatakan kudus tahun 1234 oleh Paus Gregorius IX.

Melalui 1Kor 2: 1-10a Paulus menyapa umatnya: Saudara-saudara, ketika datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.

Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari para penguasa dunia ini, yaitu para penguasa yang akan ditiadakan. Sebaliknya, yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.

Tidak ada penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. Bahkan seperti ada yang tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia, karena kepada kita Allah telah menyatakannya berkat Roh-Nya.

Lukas dalam injilnya (Luk 9: 57-62) mewartakan: Ketika Yesus dan para murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Jawab Yesus: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Lalu Ia berkata kepada seorang yang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Kata Yesus: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Jawab Yesus: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Paulus menyatakan dengan jelas dan tulus bahwa semua yang dikerjakannya itu adalah karya Allah, sebab dia secara pribadi penuh kelemahan dan dosa. Dia mengajar mereka dengan kata dan bahasa mereka, sehingga mereka dihantar untuk percaya kepada Allah dan bukan kepada dirinya. Semoga para utusan Allah dan gembala umat, bersikap demikian sebagaimana diteladankan oleh St. Dominikus.

Dua, Yesus menghendaki agar orang yang mengikuti Dia, mantap hati dan berjalan terus bersama Dia meski ada banyak kesulitan, tetapi juga iming-iming duniawi. Harta, orangtua dan kematian sanak saudara, sering menimbulkan kecemasan dan ketakutan akan masa depan orang itu. Tuhan memahami hal-hal itu, dan dapat mengatasi semuanya itu dengan cara yang luhur dan mulia. Hendaknya kita percaya akan hal itu. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *