Renungan Harian 23 September 2026

Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu Padre Pio. Beliau dianugerahi stigmata yang terus menerus meneteskan darah segar selama 50 tahun. Beliau dikenal banyak orang karena kesuciannya, dan kesaksian hidupnya serta kesembuhan yang terjadi lewat pelayanannya. Maka banyak orang datang kepadanya untuk mohon pengampunan dan bimbingan. Beliau wafat pada usia 81 tahun.

Melalui Filp 4: 4-9 Paulus menyapa umatnya: Saudara-saudara, bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Saudara-saudara dalam Kristus, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Yohanes dalam injilnya (Yoh 17: 20-26) mewartakan doa Yesus kepada Bapa-Nya: “Ya Bapa, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepadaKu, agar mereka memandang kemuliaanKu yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan namaMu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepadaKu ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, melalui kehadiran dan pelayanan Padre Pio di ruang pengakuan, banyak org mengalami kebaikan Tuhan. Maka, banyak org rela pergi jauh dan menemui beliau utk dibimbing.

Hendaknya kita pun percaya bahwa meski banyak pelayan tidak dianugerahi stigmata, tokh melalui sakramen pengampunan, martabat manusia dipulihkan Allah dan dosa-dosa diampuni.

Dua, sampai hari ini, Tuhan Yesus tetap mendoakan para utusan-Nya, karena telah terbukti bahwa banyak orang percaya kepada Kristus dan Bapa-Nya, karena pelayanan mereka. Semoga mereka semua semakin hari semakin menjadi tanda nyata kehadiran Kristus mencintai dan menyelamatkan kita semua. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *