Renungan Harian 11 November 2024

Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu St. Martinus. Ia lahir di Hungaria tahun 316, anak seorang perwira tinggi Romawi dan dididik menurut cara militer. Pada umur 18 tahun dia meninggalkan dinas ketentaraannya menjadi seorang rahib. Pada usia 55 tahun dia ditahbiskan menjadi uskup. Hidup sederhana dan pembelaan terhadap kehidupan amat diperhatikan. Maka dia menentang praktik hukuman mati. Beliau meninggal tanggal 8 November 397.

Dalam Yes 61: 1-3a dikisahkan: “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, karena Ia telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.

Aku diutus untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar

Matius dalam injilnya (Mat 25: 31-40) mewartakan sabda Yesus: “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama dengan Dia, Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari yang lain, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Lalu, Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian. Ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

Raja itu akan menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Tuhan mempunyai rencana yang amat agung dan mulia bagi umat manusia. Untuk itu dia memilih dan mengutus para hamba-Nya untuk mewujudkan rencana itu sepanjang sejarah. Pada tahun 316 salah seorang yang dipilih adalah Martinus. Pada masa sekarang ini, amat banyaklah utusan Allah itu. Semoga kita tidak menolak untuk ambil bagian dalam mewujudkan rencana mulia dan agung itu. Juga hendaknya kita mendukung dan mendoakan para utusan Tuhan agar mereka hidup kudus dan setia sampai akhir hayat.

Dua, Yesus menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan kepada yang miskin, kecil, menderita, itu dilakukan kepada Kristus. Yesus hadir dalam diri mereka. Memang benar akhir-akhir ini ada banyak orang yang pura-pura miskin/menderita, dan mengemis di jalanan. Kepada mereka belas kasih dan kepedulian kita, terpaksa dihentikan.

Di sisi lain, ada banyak tetangga, anak panti asuhan di daerah, tukang becak, tukang parkir yang kurus dan bajunya lusuh karena memang kekurangan. Mereka butuh bantuan. Moga-moga kepeduliaan dan belas kasih kita tetap subur bagi mereka yang butuh dibantu. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *