Renungan Harian 17 Juni 2022

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, dikisahkan bahwa “Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya (Ahazia=raja Yehuda) sudah mati, bangkitlah ia dan membinasakan semua keturunan raja.

Betapa tega dia (= seorang ibu) membinasakan anaknya sendiri, karena dia ingin dihormati, punya banyak uang dan kekuasaan mutlak.

Hendaknya kita sadar bahwa ada ibu kandung yang tega membunuh anak kandungnya sendiri, namun jauh lebih banyak kaum ibu yang baik dan setia.

Kalau manusia yang penuh kelemahan, bisa bertindak baik dan setia, apalagi Tuhan kita. Dia tidak pernah lupa akan janji-Nya.

Dua, Yesus bersabda: “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

Mata, tatapan dan sorot mata merupakan cermin dari apa yang sedang kita alami. Dengan melihat semuanya itu, dan dengan cermat mengamatinya, kita dapat menangkap suasana batin yang sedang dialami orang itu.

Semoga tatapan mata kita sungguh bersih, dan mencerminkan pribadi yang damai dan penuh syukur. Amin.

Mgr. Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *