Umumnya, orang menggerutu, kecewa, bahkan marah saat diberitahu bahwa penerbangannya mengalami penundaan (delay). Namun tidak bagi Timin. Memang, seumur-umur baru kali ini Timin berdoa agar penerbangan di-delay.
Seperti biasanya bila hendak terbang, tiga jam sebelum penerbangan Timin sudah memesan Grab sebagai sarana transportasi ke bandara Soekarno-Hatta. Kali itu, Timin akan terbang sesuai jadwal penerbangan pukul 16.25 WIB. Saat boarding adalah 15.55. Namun, Timin lagi dicobai realitas. Sopir Grab kali itu tidak seperti biasanya, agak selengekan. Bayangkan, dia berhenti tiga kali. Pertama berhenti di Indomaret untuk top up e-toll, tapi gagal sesudah menunggu hampir 15 menit. Kedua berhenti di Pom Bensin untuk isi BBM, juga gagal karena yang dicari habis. Ketiga berhenti lagi di Alfamart untuk kembali top-up e-toll, sekitar 15 menit juga. Sesudah itu, Grab terjebak macet total saat mau masuk gerbang tol. Sudah lebih dari 1 jam Timin masih terjebak di jalan.
Saat itulah, Timin berdoa mohon agar penerbangannya mengalami delay. Sepanjang jalan Timin berdoa. Begitu khusyuknya. Bayangkan, saat tiba di gate yang dituju, waktu sudah menunjukkan pukul 16.15. Padahal pukul 15.55 seharusnya sudah boarding. Saat itulah Timin berlari sekencang semampunya hingga terengah-engah nafas nyaris putus kaki dan paha ngilu-ngilu.
Tahap pemeriksaan x-tray lolos. Timin lari menuju ruang tunggu dan langsung menerabas antrian sebab waktu sudah menunjukkan pukul 16.25 saat penerbangan sesuai jadwal. Karena Timin sudah check in online, dia yakin pasti masih ditunggu sesudah panggilan terakhir. “Maaf, Mbak. Saya telat….” Tanya Timin kepada petugas. “Oh, penerbangan Bapak mengalami penundaan!” Sahut petugas. “Oh, Puji Tuhan!” Sahut Timin spontan.
Doa Timin terkabul. Penerbangan delay. Puji Tuhan. Namun karena doanya begitu khusyuknya penundaan terjadi hingga dua jam hahahaha. Tiwas mlayu-mlayu dul! (Timin)
