Renungan Harian 2 Januari 2026

Hari ini kita memperingati 2 orang kudus: St. Basilius Dan Gregorius – Uskup dan Pujangga Gereja. Basilius sebagai imam membangun biara di Asia Kecil dan digelari sebagai bapa perintis di Gereja Timur. Dia kemudian ditunjuk sebagai uskup tahun 370. Dia membela ajaran yang benar untuk melawan bidaah Arianisme. Ajaran ini menekankan Kristus tidak setara dengan Allah, karena Dia adalah ciptaan Bapa tetapi setingkat lebih tinggi dari malaikat. Dia meninggal tahun 379.

Gregorius adalah Uskup Konstantinopel. Dia membela iman yang benar dengan melawan bidaah Arianisme. Dengan susah payah dia mengembalikan umat ke ajaran yang benar melalui tulisan-tulisannya. Dia meninggal tahun 390.

Melalui Ef 4: 1-7.11-13 Paulus menyapa umatnya: Saudara-saudara, aku, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus, menasihati kamu, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar.

Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Dan Ialah yang memberikan baik para rasul maupun para nabi, baik para pemberita Injil maupun para gembala dan para pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

Matius dalam injilnya (Mat 23: 8-12) mewartakan sabda Yesus: Janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Basilius dan Gregorius sebagai uskup di tempat masing-masing berusaha keras untuk melawan ajaran sesat, dengan mengunjungi umatnya dan menulis banyak ajaran yang benar. Mereka menasihati umatnya agar memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai. Hendaknya kita berterima kasih kepada para gembala umat yang menuntun dan membimbing kita ke jalan yang benar. Pada gilirannya, kita pun diutus untuk menuntun sesama dan berjalan bersama menuju Kristus.

Dua, Yesus memperingatkan agar umat-Nya tidak dengan mudah saja menyebut seseorang sebagai sebutan rabi atau pemimpin, sebab pemimpin/rabi adalah orang-orang yang diutus Allah untuk membawa kabar keselamatan dan pertobatan, dan bukan untuk mencari kehormatan/popularitas/keuntungan pribadi. Mereka siap memberi teladan dan berkorban bagi umat-Nya. Semoga kita sebagai utusan-utusan Tuhan pun siap berkorban bagi keselamatan sesama. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *