
Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu Santo Fransiskus Asisi. Dia lahir di Asisi pada tahun 1182 sebagai anak dari pedagang kain yang kaya. Awalnya dia adalah pemuda yang berandalan dan suka berfoya-foya. Ketika berdoa di Kapel San Damiano, dia terpanggil untuk memperbaiki rumah Tuhan yang hampir roboh.
Setelah itu, dia meninggalkan cara hidup lama dan bertobat serta mengajak banyak orang untuk berdamai dengan Tuhan. Sebagai tanda pertobatannya dia mengenakan kain kasar, mantol dan ikat pinggang. Hidupnya diikuti oleh banyak orang yang kemudian disebut Saudara-saudara Dina (OFM). Dia menekankan persaudaraan dan kesederhanaan hidup bagi para pengikutnya. Fransiskus wafat tanggal 3 Oktober 1226.
Melalui Gal 6: 14-18, Paulus menyapa umatnya: “Saudara-saudara, aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah.
Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin.
Matius dalam injilnya (Mat 11: 25-30) mewartakan: “Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan.”
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, Fransiskus setelah pertobatannya, dengan tulus dan gembira hati “menjadikan dirinya sebagai ciptaan baru”. Harta kekayaan yang telah ditinggalkan dan pakaian yang dipakainya merupakan simbol pembaharuan hidup itu.
Marilah kita mohon rahmat dan kekuatan Allah agar kata-kata, tindakan dan apa yang kita pakai, merupakan tanda/simbol pembaharuan hidup kita. Yang di dalam hati diwujudkan dengan apa yang bisa dilihat/dirasakan sesama sebagai sesuatu yang baik dan membahagiakan.
Dua, melaksanakan apa yang dikehendaki Allah itu tidak mudah, menantang dan sering juga dirasakan sebagai beban berat. Bila berkepanjangan, beban itu bisa membuat orang cemas dan tidak berdaya. Meski demikian, janji Tuhan “Marilah kepada-Ku kamu yang lelah dan berbeban berat”, pasti akan Dia tepati. Semoga ketika mengalami semua itu kita segera datang dan memasrahkan beban itu kepada-Nya. Biarlah Dia yang mengatur hidup kita. Amin.
Mgr Nico Adi MSC