
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, dikisahkan: “Atas firman Tuhan langit dikunci Elia, dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mukjizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?
Para nabi dan juga Elia “benar-benar sakti” (punya kekuatan/kuasa) yang luar biasa atas firman Tuhan bukan karena dirinya sendiri. Demikian pula para pejabat, ketua, koordinator, piko mempunyai kekuatan/kuasa/”sakti” karena Allah yang mengaruniakan kuasa/kekuatan itu lewat lembaga/paguyuban/pimpinannya. Maka, jangan sombong dan sok kuasa.
Dua, dalam doa yang diajarkan kepada para murid-Nya, Yesus mengungkapkan butir penting ini: “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah namaMu, datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga”.
Bapa-Nya dinomorsatukan, karena relasinya dengan Dia sungguh sangat istimewa. Bapa dan Diri-Nya adalah satu. Maka, siapa saja yang menomorsatukan pasangannya, rekan sekomunitasnya, rekan sepaguyuban, relasi mereka akan makin istimewa. Buah-buah kehidupannya juga sungguh mengagumkan. Amin.
Mgr Nico Adi MSC