
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, dikisahkan dalam kitab Kebijaksanaan orang-orang fasik berkata: “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-2 hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita.”
Hati dan pikiran mereka dipenuhi dengan kebencian, iri hati, kemarahan, kejahatan dan keinginan untuk balas dendam. Dalam masa prapaskah, kita diingatkan bahwa hidup dalam suasana demikian, tidak akan memberikan damai dan ketenteraman.
Sebaliknya kesabaran, menghargai talenta dan kemampuan orang lain, serta pengampunan, kesetiaan dan persaudaraan, adalah jalan untuk mendapatkan damai dan kebahagiaan.
Dua, orang-orang Farisi dan mereka yang memusuhi Yesus berkata: “Bukankah Dia ini yang mau mereka bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
Masing-masing saling memprovokasi (= memanas-manasi/membuat agar suasana makin panas) agar rasa benci dan permusuhan makin menggelora. Peran kita sebagai pengikut Yesus, bukanlah demikian, melainkan mendamaikan orang yang bermusuhan, meredakan konflik agar terjadi kerukunan.
Semoga di mana pun kita berada, kita berusaha untuk membawa damai, bukan pertentangan atau permusuhan. Amin.
Mgr Nico Adi MSC