
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, Allah berfirman: “Sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru. Hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.”
Langit dan bumi yang baru itu yang diciptakan penuh dengan kebenaran, karena Allah sendiri adalah Sumber Segala Kebenaran. Di dalam Kebenaran itu, tidak ada cacat, sehingga masa lalu dengan segala kekurangannya tidak diingat-ingat lagi. Maka, pribadi, komunitas, atau siapa pun yang mau maju, memang perlu belajar dari masa lalu, namun tidak perlu mengungkit-ungkit dosa-dosa dan kekurangan yang telah terjadi.
Dua, diwartakan oleh Yohanes kata-kata Yesus kepada pegawai istana itu: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Dan benar, anaknya hidup.
Dalam banyak hal dan perkara “kepercayaan yang kuat” menjadi modal untuk terjadinya kehidupan/kemajuan/keberhasilan. Pegawai istana yang baru saja percaya, sudah mendapatkan anugerah. Hendaknya kita yang telah bertahun-tahun percaya kepada Yesus, kadar kepercayaan kita kepada Allah semakin dalam dan kuat, sehingga banyak kehidupan dan kemajuan terjadi melalui diri kita. Amin.
Mgr Nico Adi MSC