CU Kridha Rahardja Selenggarakan RAT Tahun Buku 2025, Soroti Pemberdayaan Anggota Melalui Teritori dan Usung Nilai Keberlanjutan

Rapat Anggota Tahuan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Kridha Rahardja (CUKR) Tahun Buku 2025 diselenggarakan di Rumah Retret Pangesti Wening, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 27-28 Maret 2026. Dalam sambutannya, Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja Romo Antonius Sumarwan SJ menyampaikan, RAT mengangkat tema “Menghidupkan Teritori, Menggerakkan Anggota: Pemangku Teritori sebagai Penggerak Pemberdayaan CUKR”.

“Tema ini kita angkat untuk menegaskan pentingnya teritori dalam pengembangan CU Kridha Rahardja sekaligus juga pentingnya pemangku teritori sebagai ujung tombak pengelolaan lembaga kita. Teritori bukan sekadar wilayah kerja, melainkan ruang hidup anggota, tempat nilai solidaritas, potensi tumbuh dan berkembang. Lewat teritori itulah kita ingin supaya CU ini terus berkembang. Teritori menjadi tempat seluruh anggota untuk berpartisipasi, menumbuhkan inisiatif, dan menjaga semangat kolektif,” kata lelaki yang biasa disapa Romo Marwan itu.

Dalam kesempatan itu, Romo Marwan menyampaikan, CUKR dalam pengelolaan lembaga dan pemberdayaan anggotanya memakai pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan dilengkapi dengan pendekatan Appreciative Inquiry. “Kita akan meneruskan dan di CU juga kita belajar tentang Appreciative Inquiry yaitu pendekatan yang melihat diri, organisasi, melihat masyarakat bertolak dari hal-hal positif untuk disyukuri, untuk digerakkan terus supaya semua semakin optimal. Dalam rangka ini maka kita selalu akan mencermati apa yang sudah kita capai, lalu akan kita kembangkan bersama,” ungkapnya.

Terkait berakhirnya kepengurusan CUKR periode 2023-2025, Romo Marwan mengapresiasi para anggota yang telahn mendukung program-program pengurus. “Rapat Anggota Tahunan tahun 2025 ini merupakan masa atau tahun terakhir untuk kepengurusan periode 2023-2025. Maka, dalam hal ini, kami bersama-sama, sebagai pengurus dan juga mewakili pengawas mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang sudah mendukung kami sehingga program-program kami terlaksana,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan beberapa capaian yang layak untuk disyukuri dan dikembangkan lebih lanjut. Di antaranya adalah  pengembangan kekuatan organisasi berbasis teritori. “Kami bersama-sama menegaskan kekuatan organisasi berbasis teritori di mana anggota diorganisir dalam wilayah komunitas, yang dikoordinasi oleh pemangku teritori dan didampingi oleh pengurus, komite dan manajemen, tepatnya abdi sedulur semua. Saya mengajak kita untuk mengapresiasi para pemangku teritori yang sudah menggerakkan kita,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, CUKR tahun 2025 mendapat predikat sehat dengan skor 80,16 dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia. “Ini tentu saja mencerminkan tata kelola yang baik, profil risiko yang bisa dikelola, serta struktur permodalan yang semakin kokoh,” katanya.

Romo Marwan juga mengatakan, kondisi keuangan CUKR semakin sehat ditandai dengan peningkatan kualitas aset, modal lembaga yang terus tumbuh, rasio pinjaman beredar yang berada pada tingkat ideal, dan rasio kredit lalai yang terjaga pada posisi aman.

Romo Marwan dalam kesempatan itu juga menyampaikan hal baru terkait dengan visi dan nilai-nilai inti CUKR. Visi CUKR adalah “Menjadi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang Aman, Terpercaya, dan Berkelanjutan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta”. “Pada tahun 2025 pengurus bersama  seluruh abdi sedulur mengadakan Strategic Planning untuk 2026-2028. Kita akan perluas makna CU Krida Raharja yang ‘berkelanjutan’, bukan semata lestari  terus ada, melainkan juga sebagai upaya untuk mewujudkan keseimbangan antara kesehatan finansial, keadilan dan solidaritas serta kelestarian lingkungan. Jadi, kalau kita ngomong CU kita berlanjut, itu tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga sisi sosial dan juga kita ikut melestarikan bumi kita,” ungkapnya.

Terkait dengan nilai-nilai CUKR yang semula tiga: ‘handarbeni, hangrungkebi, mulat sarira hangrasa wani’, kemudian ditambahi satu nilai yaitu ‘memayu hayuning bawana’. “Untuk menguatkan gerakan dalam strategic planning kemarin dan dalam membaca nilai-nilai CU Krida Raharja, sedulur semua tentu menemukan hal yang baru ada nilai memayu hayuning bawana, memperindah dunia. Ini menjadi komitmen kita untuk hidup selaras dengan sesama, alam, Tuhan Sang Pencipta,” katanya.

Sementara itu Ketua Pengurus Puskopcuina, Agustinus Alibata mengatakan, RAT merupakan forum tertinggi dalam kehidupan credit union sebagaimana dipraktekkan oleh gerakan credit union di seluruh dunia. “Bukan hanya di Jawa Tengah, bukan hanya di Kalimantan, di seluruh dunia. Kita selalu menyelenggarakan rapat anggota dengan tepat waktu. Di sinilah nilai demokrasi anggota diwujudkan, di mana setiap anggota memiliki suara yang sama dan berdaulat dalam menentukan arah lembaga milik mereka sendiri,” katanya.

RAT, menurutnya, bukan sekadar kewajiban organisasi, tetapi cermin jatidiri credit union sebagai gerakan ekonomi berbasis solidaritas. “Melalui rapat anggota tahunan pengurus menyampaikan pertanggungjawaban atas kerja dan kinerja yang telah dijalankan, sementara pengawas melaporkan hasil pemeriksaan terhadap praktik pengelolaan CU. Praktik ini sejalan dengan prinsip internasional credit union yang menempatkan transparansi, akuntabilitas dan kepercayaan sebagai dasar atau fondasi utama keberlanjutan credit union. Pada kesempatan ini kehadiran anggota tidak hanya dimaknai sebagai bentuk partisipasi formal, tetapi sebagai keterlibatan aktif dalam pemberian masukan, kritikan membangun, dan gagasan strategis,” kata Alibata.

Ia menyampaikan, catatan Puskopcuina terhadap CUKR tampak sangat baik. “Hasil dari laporan LPJ yang saya terima dan sudah kita baca, yang sudah kita masukan ke ranking Puskopcuina, Credit Union Kridha Rajardja menjadi credit union papan bawah dalam anggota dan aset. Papan bawah. Tetapi papan atas dalam tingkat kesehatan. CU tersehat di Puskopcuina salah satunya Kridha Rajahardja. Small but beauty. Kecil tapi mungil dan cantik,” katanya.

Kepada anggota yang hadir, ia menyampaikan supaya tidak  takut mengajak keluarga dan rekan-rekannya untuk bergabung di CUKR karena kondisinya sangat baik.

Alibata dalam kesempatan itu juga mengatakan, CU adalah jembatan emas bagi anggota dalam membangun hidup yang lebih baik. “CU adalah alat untuk menolong diri sendiri, keluar dari kemiskinan, membangun kekayaan, menciptakan kesejahteraan dan mencapai kemandirian keuangan. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai universal credit union melanjutkan perjuangan demi kesejahteraan anggota hari ini dan generasi yang akan datang,” katanya.

RAT CUKR tahun buku 2025 membahas dan memutuskan, pertama, laporan pertanggungjawaban pengurus, memuat perkembangan organisasi, laporan keuangan, dan kinerja usaha. Kedua, laporan hasil pengawasan, memuat hasil pengawasan berkala dan tahunan serta rekomendasi perbaikan. Ketiga, penyampaian program kerja tahun buku 2026-2028 sebagai arah pengembangan organisasi. Keempat, pemilihan pengurus dan pengawas untuk periode 2026-2028.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan peluncuran website CUKR dan Berbagi Pengalaman  Optimalisasi Aset Pekarangan.

 

 

 

 

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *