Untuk kedua kalinya, sesudah lebih dari satu abad keberadaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), pembacaan ayat suci Al-Quran, kumandang Adzan Magrib penanda buka puasa, alunan musik hadroh, liukan penari sufi berlangsung di Gedung KWI. Yang pertama terjadi di Bulan Ramadan 2025; dan yang kedua di Bulan Ramadan 2026.
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) mendapat kepercayaan dari Ibu Hj Dr (HC) Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan Puan Amal Hayati Ciganjur menjadi tuan rumah buka bersama Ibu Hj Shinta sebagai Ibu Bangsa sejak mendiang KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur menjadi Presiden ke-4 Republik Indonesia. Tahun 2026, buka bersama Ibu Hj Shinta Nuriyah dilaksanakan pada Hari Jumat, tanggal 13 Maret 2026, pukul 16.00-19.00 WIB bertempat di Aula Henri Soetio Gedung KWI Jl. Cut Mutiah 10, Menteng, Jakarta Pusat.
Buka bersama ini merupakan rangkaian kegiatan Ibu Shinta sebagai satu-satunya Ibu Bangsa yang peduli kepada warga masyarakat Indonesia khususnya kaum duafa dalam sikap menghargai keberagaman dengan “Sahur Keliling” 2026. Itulah sebabnya, selama bulan Ramadan, Ibu Shinta berkeliling ke pelosok-pelosok daerah, menyapa warga masyarakat dalam sinergi dengan umat beriman, apa pun agama dan kepercayaannya. Inilah yang juga menjadi landasan kerja sama dengan Komisi HAK KWI untuk pelaksanaan Buka Bersama 2026 dengan tema: “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi.”
Dalam tausiahnya Bu Shinta menyampaikan bahwa semua adalah saudara. Karena itu, dalam menyelenggarakan sahur dan buka, banyak pihak diajak untuk bersama-sama membantunya. “Karena itu saya mengajak semuanya untuk membantu saya, menyelenggarakan sahur bersama ini,” katanya. Menurutnya, semua itu dilakukan sebagai ungkapan membangun rasa persaudaraan. “Ungkapan saling menghormati, saling menghargai, saling bertolong-tolongan dan masih banyak lagi yang lain. Itulah yang kita rajut selama ini agar kita bisa bersama-sama menjaga bangsa dan negara ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Selaras dengan tema buka bersama, Shinta mengatakan, negara Indonesia saat ini sedang dilanda berbagai bencana. “Dan kalau kita mengingat semua itu, marilah kita bersama-sama mengingat firman Allah dalam Al-Qur’an yang mengatakan bahwa dalam bencana yang diturunkan Allah kepada manusia itu mengandung tiga persoalan, tiga masalah. Pertama, mungkin bencana yang diturunkan itu adalah peringatan dari Allah. Yang kedua, mungkin itu adalah ujian dari Allah dan yang tiga mungkin itu adalah hukuman dari Allah,” katanya. Kalau memang bencana yang diturunkan itu adalah suatu peringatan dari Allah, ia mengajak untuk bersama-sama mohon petunjuk dari Allah agar kita diberi ketajaman. “Ketajaman mata, ketajaman pikiran, ketajaman otak agar kita semua bisa memahami peringatan apa yang telah ditularkan Allah kepada kita semua dan marilah kita memperbaikannya dengan sebaik-baiknya. Tetapi bila itu berupa ujian, marilah kita mohon kepada Allah agar kita bisa menjalani ujian itu dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Dan yang ketiga apabila bencana yang diturunkan itu adalah hukuman dari Allah, ia mengajak semua untuk bertobat. “Marilah kita semua bertobat kepada Allah, meningkatkan iman, takwa, dan rasa takut kita kepada Allah agar hukuman yang diturunkan Allah kepada kita ini, manusia-manusia di dunia ini segera diangkat kembali oleh Allah sehingga kita bisa hidup lagi dengan tenang dan bahagia,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi HAK KWI, Romo Aloys Budi Purnomo, Pr mengatakan, momentum tersebut menjadi ruang perjumpaan dalam semangat sinodalitas – berjalan bersama – secara interreligius sebagai wujud persaudaraan sejati. “Di tengah konflik dan perang yang terjadi di tingkat dunia, kita bertekad membangun jembatan persaudaraan dengan semua orang tanpa diskriminasi. Buka bersama ini menjadi kesempatan untuk semua orang berjalan bersama sebagai umat beriman apa pun agama dan kepercayaannya, dengan praksis belarasa, dan semangat persaudaraan demi terwujudnya kerukunan, keharmonisan, dan kehidupan yang damai sejahtera,” katanya.
Hadir dalam Buka Bersama kali ini, Bapak Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua Presidium KWI Mgr. Antonius Subianto OSC, Ketua Komisi HAK KWI, Mgr. Christophorus Tri Harsono, Unsur Wakil Rakyat DPR RI, Wali Kota, Camat, Lurah, Unsur Ormas Keagamaan (MUI, Muhammadiyah, NU, Parisadha Hindu, Permabudhi, Matakin, PGI, Penghayat Kepercayaan), Organisasi Keagamaan Pemuda (OKP) Lintasagama (Pemuda Katolik, Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, GAMKI, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Penghayat Kepercayaan). Hadir pula para tokoh lintasagama, masyarakat, Romo, Suster, Bruder KLSD KWI, dan para jurnalis media massa cetak elektronik untuk buka bersama ini.
Dari unsur kaum duafa, hadir Komunitas Anak Yatim Piatu dari Kwitang, Tim Oranye Kebersihan Jalan Menteng, Komunitas Janda Kalipasir, Panti Asuhan Muslim Kalipasir, Panti Asuhan Muslim Masjid Cut Mutia, Panti Asuhan Katolik Vinsensius Kramat, Tukang Parkir Cut Mutia, dan karyawan-karyawati Kantor KWI sendiri. “Kepada mereka kami berbagi berkat Ramadan dan paket sembako Idul Fitri dalam sinergi Mabes Polri,” kata Romo Budi.
