Renungan Harian 3 April 2026

HARI INI KITA MENGENANGKAN SENGSARA DAN WAFAT TUHAN YESUS DEMI KESELAMATAN UMAT-NYA

Dalam Yes 52: 12-53: 12 dikisahkan beginilah firman Tuhan: Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Banyak orang akan tertegun melihat dia — begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi —demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa. Para raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia, sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan. Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Dia tertikam karena pemberontakan kita, dia diremukkan karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian. Seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara para penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara para pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk para pemberontak.

Dalam Ibr 4: 14-16.5: 7-9 penulis menyapa umatnya: Saudara-saudara, kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.

Yohanes dalam injilnya (Yoh 18: 1 – 19: 42) mewartakan kisah sengsara Yesus Kristus.

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, dari bacaan kitab suci tadi, kita mendapat kesan bahwa Allah tega membuat hamba-Nya/orang utusan-Nya menderita sengsara sedemikian berat sehingga orang itu tidak tampak lagi seperti seorang manusia. Di hadapan masyarakat hamba itu tidak bermartabat lagi.

Ternyata di mata Tuhan, orang-orang yang menderita/dihina dan difitnah bahkan dibunuh karena membela kehidupan orang berdosa, amat mulia di hadapan Allah dan dunia. Para kudus dan para martir telah membuktikan semuanya itu. Teladan Yesus dan mereka itu, telah menguatkan kita untuk mengikuti jejak mereka.

Dua, Yesus rela dan siap menderita dan mati di salib, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Allah Bapa tidak tanggung dalam membayar denda/hukuman dosa, yang seharusnya ditimpakan kepada umat manusia.
Pembelaan yang demikian mengagumkan itu hanya bisa dilakukan Allah. Maka, orang-orang yang melakukan pembelaan besar demi kebaikan dan keselamatan sesamanya, hanya mungkin terjadi, bila dilakukan di dalam kekuatan Allah. Allah bekerja secara penuh di dalam diri mereka. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *