Renungan Harian 30 Maret 2026

Dalam Yes 42: 1-7 dikisahkan beginilah firman Tuhan: “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada para bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.

Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit, membentangkannya, dan menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu. Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk para bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan mereka yang duduk di dalam gelap dari rumah penjara.

Yohanes dalam injilnya (Yoh 12: 1-11) mewartakan: “Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Ia dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Lalu, Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Sementara itu, Yudas Iskariot, seorang dari para murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri. Ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, tetapi juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Lalu para imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Tuhan Allah benar-benar menyiapkan hamba yang diutus-Nya: menaruh Roh-Nya, sehingga dia dengan teguh menyatakan hukum, tetap tegar dalam menghadapi derita dan fitnah. Tugas utama bagi hamba-Nya adalah penyelamatan umat manusia: membuka mata orang buta sehingga melihat karya dan kebaikan Tuhan.

Dia menjadi terang agar orang lain berjalan dalam Terang Tuhan. Semoga pada pekan suci ini, kita juga melihat Terang, melalui sabda-Nya, Ekaristi, sakramen tobat, pantang dan puasa, serta siap untuk berjalan dalam Terang itu, bersama dengan sesama.

Dua, kunjungan Yesus ke rumah Lazarus membawa pengaruh dan akibat yang besar. Pertama Maria mendapatkan pengampunan langsung karena dia memilih untuk mengasihi Allah. Kedua, Yudas Iskariot makin kentara bahwa dia adalah hamba uang. Ketiga, Lazarus sebagai sahabat Yesus, yang turut menyebabkan banyak orang percaya kepada Yesus, diancam untuk dibunuh.

Isi hati dan kualitas pribadi orang akan tampak dari apa yang dipikirkan, diucapkan dan/atau yang dilakukan orang itu. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *