Renungan Harian 27 Maret 2026

Dalam Yer 20: 10 – 13 dikisahkan: Aku (Yeremia) telah mendengar bisikan banyak orang: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!” Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!”

Sebaliknya, TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!

Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN, sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Yohanes dalam injilnya (Yoh 10: 31-42) mewartakan: Ketika itu, orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu. Pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” Jawab mereka: “Bukan karena suatu pekerjaan baik, kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Kata Yesus: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah — sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan —, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! sebab Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Yeremia menyatakan dengan jelas bahwa sebagai utusan Allah, dia banyak kali difitnah, dihina dan bahkan diancam untuk dibunuh oleh para musuhnya, bahkan sahabat karibnya pun terlibat di dalamnya. Di sisi lain, dia percaya bahwa Tuhan Allah menyertai dia dan menjadi kekuatannya. Maka, dia menyerahkan semua perkara yang dihadapinya kepada Allah. Semoga kita pun selama menjalani hidup ini, tetap berpegang teguh kepada Allah dalam keadaan apa pun.

Dua, meski Yesus dimusuhi dan dicari-cari kesalahan-Nya oleh para musuh-Nya, toh tetap banyak orang yang mengakui Dia sebagai Anak Allah dan percaya kepada-Nya.

Bagi para musuh, yang mereka cari pada diri Yesus adalah kesalahan, pelanggaran dan sebutan diri-Nya sebagai Anak Allah. Bagi orang benar yang dicari adalah kasih Allah dan keselamatan. Semoga pilihan kita untuk percaya kepada Allah, adalah pilihan kita sebagai orang benar. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *