Di pekan kedua Ramadan 2026, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI), Romo Aloys Budi Purnomo Pr, melakukan safari Ramadan di Indonesia Timur dan Tengah. Safari Ramadan dilaksanakan di Waingapu Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) di dua tempat.
Pertama, Romo Budi menghadiri Buka Bersama di Pengadilan Agama Kemenag Waingapu (4/3/2026). Ia hadir bersama RD Jack, Ketua Komis HAK Keuskupan Weetebula. Kedua, Romo Budi meneguhkan Buka Bersama di Aula Bintang Kejora Paroki Maria, Bunda Selalu Menolong (MBSM) di Kambajawa, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis malam (5/3/2026).
Istimewa yang terjadi di Aula Gereja Paroki MBSM. Suasana akrab, hangat penuh persaudaraan tercipta. Ratusan orang dari berbagai latar belakang agama berkumpul untuk buka puasa antaragama, sebuah momen yang menyatukan umat Muslim dan Katolik dalam semangat kebersamaan.
Acara Buka Bersama di MBSM dihadiri oleh beberapa tokoh agama, termasuk Pastor Paroki MBSM, RD Yakobus Lodo Mema, yang juga dikenal sebagai Pastor Jack; Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumba Timur, Haji Ilyas Ismail; dan Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI, RD Aloysius Budi Purnomo.

Pastor Paroki MBSM Kambajawa, Pastor Jack, mengatakan acara tersebut muncul dari kesadaran sederhana bahwa manusia pada dasarnya adalah saudara dan saudari. Menurutnya, kebersamaan antaragama ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat.
“Acara kedekatan ini seperti menemukan mutiara atau emas di tengah kekeringan,” kata Pastor Jack. Ia menekankan bahwa ajaran kasih dalam iman Kristen tidak terbatas pada sesama umat Katolik, tetapi berlaku untuk semua manusia.
“Ajaran Yesus adalah kasih. Mengasihi sesama seperti diri sendiri, bukan hanya umat Katolik, tetapi semua orang,” katanya.
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumba Timur, Haji Ilyas Ismail, memuji kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan masyarakat. Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut muncul dari inisiatif bersama antara pemimpin Muslim dan Katolik di Waingapu.
“Kami mencoba menciptakan kegiatan untuk menyatukan masyarakat dalam persaudaraan,” kata Ilyas.

Sementara itu, Romo Aloys Budi Purnomo, menganggap kegiatan tersebut sebagai contoh nyata kerukunan antaragama di Indonesia. “Apa yang dilakukan di Paroki Maria Bunda Selalu Menolong adalah praktik terbaik yang dapat kita bagikan, menunjukkan bahwa persaudaraan sejati dapat terwujud,” katanya.
Di Kambajawa, RD Aloysius Budi Purnomo memainkan musik instrumental Sholawat Badar selama acara buka puasa bersama. Ia juga membawakan lagu “Indonesia Pusaka,” bersama hadirin.
Dari Waingapu Romo Budi terbang ke Lombok, Mataram lalu ke Gianyar Bali (9/4/2025). Di Gereja St Maria Ratu Rosario juga diselenggarakan Buka Bersama oleh RD. D. I Gusti Bagus Kusumawanta bersinergi dengan FKUB dan Kemenag Gianyar.
Di tengah mayoritas Umat Hindu di Bali yang dikenal sebagai Pulau Dewata, dilaksanakan praksis terbaik interreligius yang penuh harmoni. Praksis tersebut adalah dilaksanakannya buka bersama oleh Gereja Katolik, yakni Paroki St Maria Ratu Rosario di Kabupaten Gianyar, Keuskupan Denpasar. Pemrakarsa acara ini adalah Romo Dr. Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta, seorang imam Diosesan Keuskupan Denpasar yang bertugas sebagai Pastor Paroki Gianyar.
Acara buka bersama digelar pada Hari Senin, 9 Maret 2026 di Gereja lama. Ruangan Gereja disulap menjadi ruang pertemuan model round-table. Masing-masing round-tabel disediakan 6 kursi dan diduduki oleh para peserta dari berbagai agama, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Islam, Buddha dan Konghucu.
Suasana penuh keakraban dan persaudaraan tercipta sebagai ekspresi nyata kerukunan dan perdamaian. Pastor Paroki, Romo Kusumawanta menyatakan bahwa acara seperti ini sudah dilaksanakan setiap tahun dalam sinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar. Kali ini, Buka Bersama juga bersinergi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia Wilayah Kabupaten Gianyar.
Dalam sambutannya, Romo Budi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peristiwa ini sebagai bagian dari membangun jembatan persaudaraan sejati tanpa diskriminasi.

“Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk bersaksi tentang pentingnya perdamaian dan kerukunan di tengah dunia yang ditandai peperangan dan konflik. Semoga para pemimpin yang terlibat konflik dan perang segera menghentikannya dan terciptalah perdamaian bagi dunia,” ujar Romo Budi disambut tepuk tangan para hadirin.
