Renungan Harian 12 Maret 2026

Dalam Yer 7: 23 – 28 dikisahkan beginilah firman Tuhan: “Inilah yang telah Kuperintahkan kepada Israel: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! Meski demikian, mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.

Sejak nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka para hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, tetapi mereka tidak mau mendengarkan Aku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, dan berbuat lebih jahat daripada nenek moyang mereka.

Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka.”

Lukas dalam injilnya (Luk 11: 14-23) mewartakan: Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang, suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.

Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.

Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah para pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Sebaliknya, jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, amanlah segala miliknya. Meski demikian, jika seorang yang lebih kuat dari pada orang itu menyerang dan mengalahkannya, orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.”

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Yeremia mengisahkan betapa sulitnya “mengubah pikiran, rencana dan keputusan yang telah diambil bangsa Israel untuk tidak setia dan menjauhkan diri dari hadapan Allah, meski mereka telah mengalami kebaikan dan penyertaan Tuhan. Meski demikian situasinya, firman dan kesetiaan Tuhan serta perjanjian dengan mereka, tetap disampaikan oleh Yeremia, demi keselamatan mereka. Pengorbanan dirinya. sungguh luar biasa. Hendaknya kita pun meneladan Yeremia, meski tampaknya sia-sia atau gagal, firman dan kesetiaan Tuhan tetap diwartakan melalui tindakan kasih kita secara terus-menerus.

Dua, Yesus dituduh telah mengusir setan dengan kuasa Beelsebul (penghulu setan). Mengapa demikian? Karena mereka sendiri telah mempraktikkan hal itu. Maka jelaslah bahwa tuduhan/fitnah/hoaks adalah tanda bahwa peristiwa semacam itu sering terjadi di tempat itu. Mungkin juga orang itu/komunitasnya/lingkungannya melakukan tindakan yang demikian itu. Hendaknya kita paham/menyadari bahwa apa yang baik/yang jahat yang dilakukan, adalah cerminan dari pribadi orang itu atau komunitasnya/lingkungannya. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *