Ada yang istimewa di tahun 2026 ini. Pada tanggal 18 Februari 2026, umat Katolik seluruh dunia memulai masa prapaskah yang berlangsung 40 hari sampai sebelum hari raya Paskah. Pada masa prapaskah, umat Katolik melaksanakan aksi pertobatan dengan berpuasa, berpantang, berdoa dan berdema. Sementara itu berlangsung, juga ada hari raya Imlek dan umat Islam yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan.
Situasi ini menginspirasi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St Yusup, Baturetno, Kabupaten Wonogiri untuk menghayati, menunjukkan semangat persaudaraan dan toleransi antar umat beragama dengan berbagi takjil dan berbuka bersama. Kegiatan itu dilakukan melalui kerja sama dengan Pemuda Nahdlatul Ulama (NU) Baturetno dan pemuda LDII. Bersama pemuda NU kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026. Sedangkan dengan pemuda LDII kegiatan dilakukan pada tanggal 15 Maret 2026.
Ketua kegiatan, Theresia Cahaya Maharani menjelaskan, selain berbagi takjil, kegiatan itu juga sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan antar umat beragama, khususnya generasi muda. “Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kebersamaan serta upaya mempererat hubungan persaudaraan antar umat beragama, khususnya di kalangan generasi muda di wilayah Baturetno. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, para peserta ingin menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling berbagi, bekerja sama, dan membangun keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya
Sekitar 300 paket takjil dibagikan pada Sabtu, 8 Maret 2026 pukul 16.00 WIB di jalan depan Gereja Santo Yusup Baturetno. Para anggota OMK dan pemuda NU bersama-sama membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi dalam menyambut kegiatan tersebut. Takjil yang dibagikan kepada masyarakat habis dalam waktu yang relatif singkat karena banyaknya masyarakat yang menerima dengan penuh apresiasi.
Tidak hanya itu, usai kegiatan berbagi takjil, para pemuda-pemudi dari OMK dan NU ini melanjutkan acara sesi berbincang santai. Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, para peserta saling bertukar cerita, pengalaman, serta mengenal satu sama lain dengan lebih dekat. Interaksi yang terjalin dalam kegiatan tersebut menciptakan suasana kekeluargaan dan memperkuat rasa persaudaraan di antara para peserta.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari kurang lebih 25 anggota OMK Santo Yusup Baturetno dan sekitar 25 pemuda Nahdlatul Ulama Baturetno. Turut hadir pula Romo Paroki Santo Yusup Baturetno serta para pendamping dari kedua komunitas yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan lintas iman tersebut.
Pastor Paroki Santo Yusup Baturetno, Romo Eduardus Didik Chahyono, SJ dalam kesempatan itu menyampaikan pesan kerukunan. “Melalui kegiatan kolaborasi ini, diharapkan hubungan baik antara pemuda lintas agama di wilayah Baturetno dapat terus terjalin dan semakin kuat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga nilai-nilai toleransi, persatuan, serta kerukunan antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Romo Didik. Ia juga mengingatkan supaya orang muda turut mengambil peran dalam merawat kerukunan. “Orang muda perlu mengambil peran dan tanggung jawab menjaga dan merawat kerukunan pada masa kini karena merekalah yang akan merasakan dan mengalami indahnya perdamaian itu sendiri. Jangan sampai ada kerusuhan dan tindak kekerasan yang akan merugikan hidup kita sendiri,” pesan Romo Didik.
Setelah kegiatan berbagi takjil selesai, para peserta kemudian melanjutkan kegiatan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan kolaborasi lintas agama tersebut. Selain itu, para peserta juga membuat konten kebersamaan yang bertujuan untuk membagikan pesan persaudaraan, toleransi, serta kerukunan antar umat beragama kepada masyarakat yang lebih luas.
