Hari Minggu Prapaskah III
Minggu, 8 Maret 2026
Bacaan I : Kel. 17:3-7
Bacaan II : Rom. 5:1-2,5-8
Bacaan Injil : Yoh. 4:5-42 (panjang) atau Yoh. 4:5-15,19b-26,39a,40-42 (singkat)
Yesus Sang Sumber Air Hidup
Air itu dibutuhkan semua makhluk hidup, baik manusia, tumbunan dan hewan. Tanpa air makhluk hidup akan lemas, tak berdaya, dan bisa mati. Air itu menyegarkan, menghidupkan dan menyejukkan.
Pada masa Prapaskah ini kita diajak untuk semakin mendalami dan mengenal siapakah Yesus bagi kita. Dari pengalaman wanita Samaria yang berjumpa dengan Yesus dalam bacaan Injil hari Minggu Prapaskah III ini, kita bisa belajar dinamika dan proses tahap-tahap pengenalan akan Yesus yang mulai dari: seorang Yahudi, Nabi, Mesias, dan Juruselamat dunia.
Orang-orang Samaria sampai kepada iman akan Yesus setelah mendengar dan menyaksikan sendiri kehadiran-Nya selama dua hari bersama mereka. Berapa tahun kita telah mengenal Yesus sebagai orang Katolik? Sejauh manakah kita mengenal-Nya? Kita dapat mengingat kata-kata Yesus kepada Filipus: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.”
Tuhan Yesus menganugerahkan air hidup yang membawa kita kepada hidup kekal yaitu Roh Kudus yang dicurahkan setelah kebangkitan-Nya. Sungguhkah kita telah menerima anugerah itu? Bagaimana kita menanggapinya? Apakah Masa Prapaskah telah menjadi kesempatan kita untuk menghayati peran Roh Kudus di dalam diri kita?
Yesus memberitakan Injil di kalangan “the outcast” (masyarakat atau orang yang dikucilkan), bahkan kepada perempuan Samaria. Mereka ternyata justru menerima Yesus dengan tangan terbuka. Bagaimana kita yang telah dipilih untuk menjadi anak-anak-Nya. Apakah kita juga tetap terbuka pada pewartaan kabar gembira-Nya pada zaman sekarang ini?
Masa Prapaskah mengajak kita untuk semakin mampu percaya bahwa Allah menyelenggarakan hidup kita, sampai pada karya penebusan Yesus yang tidak hanya membuat kita bisa hidup di dunia ini, tetapi juga memiliki harapan untuk hidup abadi.#
Yohanes Gunawan, Pr
Rektor Seminari Tahun Orientasi Rohani Sanjaya,
Jangli – Semarang
