Renungan Harian 24 Februari 2026

Dalam Yes 55: 10-11 diserukan beginilah firman Tuhan: “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Matius dalam injilnya (Mat 6: 7-15) mewartakan sabda Yesus kepada para murid-Nya: “Dalam doamu itu, janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Kalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Sebaliknya, jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Yesaya menyerukan dan memberikan kesaksian bahwa firman itu penuh daya dan “tidak akan kembali dengan sia-sia”, artinya pasti menghasilkan sesuatu. “Membasahi tanah, menyuburkan tanaman dan memberikan benih dan roti” menunjukkan bahwa “Dia siap melalui proses panjang. Hendaknya kita pun dalam hal apa pun siap untuk melalui proses (tahapan-tahapan). Kualitas kita adalah kualitas yang betul-betul mantap dan bukan karbitan agar siap untuk menghadapi pelbagai macam pekerjaan dan hambatan dengan gembira.

Dua, Yesus dengan jelas menunjukkan bahwa Bapa kita itu ada di surga, bukan di tempat-tempat sembarangan. Dia bersama Bapa bersemayam di dalam kerajaan yang agung dan mulia. Itulah sebabnya, Dia mengajari para murid-Nya untuk meminta agar kerajaan-Nya yang mulia itu hadir di dunia.

Kehadiran Allah dan kerajaan-Nya itu jauh lebih utama dan penting daripada “kebutuhan lahiriah lainnya”. Hendaknya dalam hidup dan kegiatan kita sehari-hari Allah dan berkat-Nya diutamakan. Kita ingat juga sabda Yesus: “Carilah dulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka yang lain akan ditambahkan kepadamu”. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *