Hari Minggu Biasa ke-4
Minggu, 1 Februari 2026
Bacaan I : Zef. 2:3; 3:12-13
Bacaan II : 1Kor. 1:26-31
Bacaan Injil : Mat. 5:1-12a
Sabda yang Lahir dari Hati Yesus yang Berbelas kasih
Merenungkan sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-4 ini, memori saya melayang pada pengalaman berziarah dan mimpin misa di gereja Sabda Bahagia di Tanah Suci beberapa tahun silam. Waktu itu hari Minggu. Kami misa alam di taman atau kebun gereja. Diiringi hembusan suara angin dan mata bisa memandang Danau Galilea. Letaknya di atas bukit. Perjalananan menuju ke gereja itu menarik, karena dikelilingi banyak pohon. Lokasinya pun tak jauh dari Danau Galilea.
Dalam Bacaan Injil hari ini dikisahkan Tuhan Yesus yang sedang menyampaikan ajaran Sabda Bahagia kepada para murid dan orang banyak. Sabda Bahagia ini merupakan bagian dari khotbah Yesus di bukit. Yang menarik, sebelum mengajar, Yesus memandang atau melihat wajah orang banyak. Ketika Yesus melihat orang banyak, Ia melihat wajah para pengikut-Nya. Yang paling luar biasa yaitu mereka berjumpa dengan tatapan Yesus yang menggemakan kerinduan dan aspirasi mereka.
Perjumpaan ini memunculkan 8 Sabda Bahagia. Menurut Paus Fransiskus, Sabda Bahagia itu bukan buah kepasifan dalam menghadapi kenyataan. Sabda Bahagia bukan juga nubuat malapetaka para nabi yang hanya berusaha menyebarkan kekecewaan. Sabda Bahagia juga tidak dilahirkan dari fatamorgana yang menjanjikan kebahagiaan dengan “klik” tunggal, dalam sekejap mata.
Sabda Bahagia itu lahir dari hati Yesus yang berbelas kasih, yang berjumpa hati pria dan wanita yang sedang mencari dan mendambakan kehidupan yang bahagia. Sabda Bahagia lahir dari hati yang penuh belas kasih yang tidak pernah kehilangan harapan.
Yesus datang untuk menghalau kelumpuhan orang-orang yang tidak lagi memiliki iman akan kuasa Allah Bapa. Sabda Bahagia bagi Sri Paus adalah hari baru bagi semua orang yang melihat ke masa depan, yang terus bermimpi, yang membiarkan diri mereka dijamah dan diutus oleh Roh Allah.
Dalam khotbah di bukit itu, Tuhan Yesus menyampaikan Sabda bahagia. Berulang-ulang dikatakan ”berbahagialah”, yang dalam bahasa Yunaninya: makarios, yaitu kebahagiaan yang lengkap, utuh, sempurna. Salah satu sabda bahagia itu adalah berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Bunda Maria mempunyai hati yang suci. Kesuciannya dinyatakan oleh Gereja sejak dalam kandungan ibunya, yakni Santa Anna. Maka, ada Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa (Maria Immaculata).
Ada banyak teori mengenai kesucian yang dapat membantu memahami apa itu kesucian. Namun yang paling memberi pencerahan tentulah apa yang dikatakan Yesus sendiri, yang secara sederhana dinyatakan dalam Sabda Bahagia (bdk. Mat 5:3-12). Ini menjadi identitas umat Kristiani. Kalau orang bertanya, bagaimana menjadi orang Kristiani yang baik, jawabannya sederhana, lakukanlah apa yang dikatakan oleh Sabda Bahagia.
Kata “bahagia” dapat diartikan sama dengan kata “suci”, karena mengungkapkan orang setia pada Allah dan menampilkannya dalam hidup. Sabda Bahagia ini mengingatkan kita bahwa Tuhan menuntut komitmen dari dalam hati kita terhadap saudara-saudari.
Pertanyaan refleksinya, dari 8 sabda bahagia itu, sabda bahagia yang mana yang menyentuh hatimu saat ini? Apa yang perlu Anda usahakan agar dapat menjadi pribadi yang berbahagia?#
Yohanes Gunawan, Pr
Rektor Seminari Tahun Orientasi Rohani Sanjaya,
Jangli – Semarang
