Romo Didik: Kita Diundang Untuk Menampilkam Wajah Allah Yang Penuh Cinta

Ordo Fransiskan Sekuler (OFS), para suster FSGM, pemerhati lansia dan warga berkebutuhan khusus menyelenggarakan acara bertajuk “Persaudaraan Kasih Berbuah Kebahagiaan dan Belarasa” di Pendopo Desa Baturetno,Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri Selasa 27 Januari 2026. Acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta tersebut menjadi kesempatan perjumpaan para orang tua lanjut usia dan saudara-saudari berkebutuhan khusus untuk bersyukur dan bergembira bersama tanpa membedakan latar belakang agama dan status sosial ekonomi.

Perwakilan dari OFS, Sarno mengatakan, acara tersebut sebagai perwujudan atas teladan Santo Fransiskus Asisi. “Acara ini dihadiri lebih dari 100 Orang dengan berbagai kondisi fisik dan berbagai agama. Hal ini sebagai perwujudan semangat Santo Fransiskus dari Asisi yang mengajak kita semua memandang sesama sebagai saudara,” katanya.

Kepala Desa Baturetno, Tuntas Ardityo Nugroho mengapresiasi acara Persaudaraan Kasih yang dihadiri peserta dari berbagai tempat itu. “Pendopo Balai Desa dapat dipakai untuk acara semacam ini pada waktu mendatang. Hal ini selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kami, perangkat desa merasa senang dan bangga dapat menyediakan fasilitas perjumpaan bagi saudari-saudara lanjut usia dan berkebutuhan khusus karena kita semua bersaudara. Saya berharap kita semua tidak lupa bahagia dan mudah bersyukur apapun keeadaannya,” ujar Tuntas.

Dalam acara itu, Tatik, Ibu dari Fatin, anak down syndrom, berkesempatan untuk sharing. “Saya dikaruniai anak laki-laki melengkapi anggota keluarga. Mendampingi anak down syndrom tentunya butuh usaha yang tidak ringan.Selain suasana hati yang bergejolak, dibutuhkan usaha yang tidak ringan untuk menerapi anak. Namun, sebagai orangtua harapannya kita tetap semangat. Kita upayakan bisa menyekolahkan anak-anak istimewa agar percaya diri dan berkembang,” kata Tatik.

Pastor Paroki Santo Yusup Baturetno, Romo Eduardus Didik Chahyono SJ, memberi peneguhan bahwa kita semua diciptakan Tuhan segambar dan secitra dengan Tuhan. “Melalui perjumpaan dan kebersamaan dengan anggota keluarga yang istimewa ini, kita diundang untuk menampilkam wajah Allah yang penuh cinta, setia dan tidak pernah meninggalkan kita. Bersama mereka, kita dapat melihat karya agung Tuhan yang luar biasa,” pesan Romo Didik.

Dalam kesempatan dialog dan sharing, ada sejumlah peserta yang tetap mampu berkarya dengan luar biasa seperti membuat wayang kulit, berdagang hewan kambing, memijat dan membuka salon.

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *