Renungan Harian 28 Januari 2026

Dalam 2Sam 7: 18-19.24-29 dikisahkan: Ketika itu, masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH. Sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH.

Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka. Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.

Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu.

Maka, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya.”

Markus dalam injilnya (Mrk 4: 21 -25) mewartakan: sabda Yesus kepada orang banyak: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan akan ditambah lagi kepadamu. Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari dia.”

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Daud mengingat kembali janji Allah yang telah disampaikan kepada leluhurnya dan diri-Nya, karena dia percaya bahwa Allah Israel adalah Allah yang setia dan pasti menepati janji-Nya. Semua itu diucapkan dalam doanya. Semoga kita sebagai pewaris karunia Tuhan yang tak terbilang jumlahnya, juga berusaha agar menjadi orang yang setia pada janji yang telah kita ucapkan.

Dua, ada 2 hal yang ditegaskan Yesus melalui sabda-Nya hari ini: Terang Tuhan harus tampak, dan ukuran/aturan yang diterapkan ke orang lain, juga berlaku untuk diri sendiri. Itu berarti Tuhan menghendaki agar karunia dan kebahagiaan yang kita miliki, tersalurkan kepada sesama. Semoga kehendak dan rencana Allah dapat terlaksana dengan baik dan lancar karena manusia melakukannya dengan setia. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *