Renungan Harian 24 Januari 2026

Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu St. Fransiskus de Sales. Dia lahir tahun 1567, sebagai anak yang cerdas berbakat. Setelah ditahbiskan sebagai imam, dia membaktikan dirinya untuk perkembangan iman umat, meski banyak orang menentangnya. Dia menggunakan pamflet-pamflet untuk menyebarkan iman dan hasilnya ada 25.000 orang yang bertobat. Tahun 1597 dia ditahbiskan sebagai uskup dan wafat tahun 1662 di Lyon – Perancis. Beliau mendapat gelar pujangga Gereja dan pelindung pers Katolik.

Melalui Ef 3: 8-12 Paulus menyapa umatnya: Saudara-saudara, kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu. Aku juga diutus untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu.

Ini terjadi supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada para pemerintah dan para penguasa di sorga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.

Yohanes dalam injilnya (Yoh 15: 9-17) mewartakan sabda Yesus: “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk para sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jika kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, Paulus memberikan kesaksian bahwa firman, karunia dan hikmat Allah juga diberikan kepada para bangsa bukan Yahudi. Mereka semua dalam Yesus Kristus beroleh keberanian dan jalan masuk untuk menuju kepada Bapa. Hal itu pulalah yang dilakukan Yohanes de Sales melalui penyebaran pamflet-pamflet agar mereka paham dan beriman kepada Kristus. Hendaklah kita pun wajib untuk lebih aktif memilih dan menggunakan sarana-sarana yang dapat membantu umat untuk mengenal dan mengimani Kristus.

Dua, dengan jelas Yesus menyebut kita sahabat-sahabat-Nya, karena Dia telah memberitahukan segala sesuatu yang Dia dengar kepada mereka. Meski para murid-Nya lamban untuk mengerti, dan sering berpikir untuk diri mereka sendiri, toh Yesus tetap memanggil mereka dan melibatkan mereka dalam karya pelayanan-Nya. Dengan melibatkan mereka, ada 25.000 orang yang menjadi pengikut Kristus.

Hendaknya kita pun membuka hati, pikiran dan perkataan kita, agar banyak orang yang tidak seiman mengakui bahwa para murid Kristus, betul dapat diandalkan, kecerdasan dan pengabdiannya baik, serta pengorbanannya tidak diragukan. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *