Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu St. Agnes – perawan dan martir.
Melalui 1Kor 1: 26-31 dikisahkan: Saudara-saudara, ingatlah, bagaimana keadaanmu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Meski demikian, apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan mereka yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.
Dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Dan oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan, menguduskan dan menebus kita. Karena itu telah tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”
Matius dalam injilnya (Mat 13: 44-46) mewartakan: “Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendam lagi. Karena sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, Paulus memberikan kesaksian berdasarkan pengalaman dan imannya bahwa apa yang bodoh, tidak terpandang dan tidak berhikmat, menurut pandangan dunia, dipilih Allah untuk mempermalukan mereka yang merasa berhikmat dan berkuasa. Hal itu terjadi karena hikmat Allah jauh lebih agung dan mulia serta melampaui manusia dan semua yang ada di dunia ini. Dia menyampaikan semuanya itu supaya kita mengimani bahwa Allah kita adalah Allah yang hidup, mulia dan penuh kasih, dan supaya kita tidak mencari ketenangan dan hiburan yang rendah nilainya
Dua, orang yang mencari “harta yang amat berharga itu” sangat bersemangat dan siap untuk mempertaruhkan segala miliknya, agar dapat memiliki harta itu. Semangat yang begitu tinggi dan tak tergoyahkan itulah yang dimaksudkan Yesus, ketika kita mencari Allah. Aura orang-orang yang demikian, akan menyemangati orang lain untuk mancari Allah dan menyatukan diri dengan Dia. Semangat yang demikian ini, telah dihidupi St Agnes sehingga dia siap untuk menyerahkan nyawanya bagi Kristus dan mati sebagai martir. Amin.
Mgr Nico Adi MSC
