Minggu, 18 Januari 2026
Hari Minggu Biasa II (Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristen)
Bacaan I : Yes. 49:3,5-6
Bacaan II : 1Kor. 1:1-3
Bacaan Injil : Yoh. 1:29-34
Yesus Sang Anak Domba Allah
Mulai pada hari ini tanggal 18 Januari kita memasuki Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani. Pekan Doa Sedunia ini berlangsung dari tanggal 18-25 Januari 2026. Tema Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani 2026 adalah “Satu Tubuh dan Satu Roh”, yang diambil dari Efesus 4:4. Materi dan renungan untuk pekan doa ini disiapkan oleh Gereja Apostolik Armenia bersama dengan Gereja Katolik dan Gereja injili di Armenia. Fokusnya terletak pada warisan doa dan persatuan Kristen kuno mereka.
Setiap kali mau menyambut komuni, kita selalu mendaraskan atau menyanyikan lagu “Anak Domba Allah”. Kita sadarkan bahwa Yesus yang mau kita sambut adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan identitas Yesus sebagai Sang Anak Domba Allah. Ketika melihat Yesus, Yohanes Pembaptis dengan tegas mengungkapkan, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29).
Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah. Ia adalah Putra Allah yang kekal dan ilahi. Bagaimana Ia bisa menjadi Anak Domba Allah yang bisa menghapus dosa dunia? Dengan menjadi manusia dalam inkarnasi-Nya, Ia mengenakan tubuh fisik yang terdiri dari daging dan darah agar Ia dapat mati demi kita. Dan dalam 1 Petrus 2:22-24 kita melihat kehidupan yang dijalani Yesus, Anak Domba Allah, dan kematian-Nya di kayu salib. Anak Domba Allah yang tidak bersalah, mati bagi kita orang-orang berdosa. Ketika Yesus disalib, Allah menanggungkan dosa seluruh umat manusia kepada-Nya sebagai Anak Domba Allah yang dikorbankan.
Dalam Perjanjian Lama, Allah mensyaratkan kurban anak domba yang tak bercela sebagai korban penebus dosa (bdk. Im 4:32 dan 5:6,14). Kitab Kejadian juga mencatat bagaimana Allah membebaskan bangsa Israel dari penjajahan Mesir melalui korban anak domba. Jika kita merenungkan kisah-kisah ini, kita akan mengetahui bahwa Allah mempunyai maksud tersendiri dengan menyebut Yesus Putera-Nya sebagai Anak Domba Allah.
Yesus adalah penggenapan makna kurban anak domba yang tertulis dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Berkat kurban Kristus, kita umat-Nya dibebaskan dari penjajahan umat manusia yang terbesar, yaitu dosa dan maut. Kurban Yesus merupakan penggenapan janji Allah dan nubuat para nabi, yang sudah dinanti-nantikan selama ribuan tahun. Kurban Kristus mengakhiri kurban anak domba Perjanjian Lama yang berkali-kali dipersembahkan, karena hanya kurban Kristuslah yang dipersembahkan sekali untuk menghapuskan dosa kita manusia.
Kurban Yesus menghantar kita kepada kehidupan yang kekal. Begitu besarlah kasih Tuhan kepada kita, sehingga memberikan Putera-Nya yang Tunggal sebagai kurban tebusan atas dosa-dosa kita. Itulah sebabnya, seluruh isi Surga, para malaikat dan tua-tua tersungkur menyembah Dia, Sang Anak Domba Allah (lih. Why 7:9-17).
Oleh kuasa Roh Kudus, kurban Anak Domba Allah itu dihadirkan kembali dalam setiap perayaan Ekaristi. Maka, Kurban penebus dosa itu tak hanya dapat diterima oleh umat Israel di masa lalu, namun juga oleh kita yang hidup di masa sekarang. Sang Anak Domba Allah itu datang mengunjungi kita dalam rupa roti, supaya dapat kita santap dan menjadi satu dengan kita. Harapannya, semoga kita menerima buah-buah pengorbanan-Nya, yaitu pengampunan dosa-dosa kita.#
Yohanes Gunawan, Pr
Rektor Seminari Tahun Orientasi Rohani Sanjaya,
Jangli – Semarang
