Hari ini kita memperingati 1 orang kudus, yaitu St. Antonius Abas ( pemimpin biara pertapaan bagi para rahib). Beliau lahir tahun 250, dan berasal dari keluarga yang kaya raya, namun meninggalkan semuanya demi Kristus dan kaum kecil. Sebagai pemimpin biara beliau mengajar dan memberi teladan tentang iman yang benar serta dengan berani melawan bidaah Arianisme.
Dia menegaskan bahwa Yesus sungguh Allah dan sungguh Manusia. Sedangkan bidaah ini menolak Yesus sebagai Allah, dan hanya mengakui bahwa Yesus adalah manusia biasa, karena Dia adalah ciptaan Allah namun lebih mulia daripada malaikat. Antonius wafat tahun 356.
Melalui Ef 6: 10-13.18 Paulus menyapa umatnya: Saudara-saudara, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan para pemerintah, para penguasa, dan para penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Bertekunlah dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang Kudus.
Matius dalam injilnya (Mat 19: 16-26) mewartakan: Ketika itu, ada seorang datang kepada Yesus, dan bertanya: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
Tanya orang itu: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata orang muda itu: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
Kata Yesus: “Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ketika mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Lalu, Yesus berkata kepada para murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Hikmah yang dapat kita petik:
Satu, sepanjang sejarah kekristenan telah muncul tokoh-tokoh yang mengajarkan ajaran sesat (bidaah) misalnya Arius, Pelagius, Nestorius dan lain-lain. Mereka adalah para imam katolik yang dipecat karena ajaranya menyimpang dari ajaran yang benar. Maka, Paulus menasihati umatnya agar kuat dalam beriman kepada Tuhan dan berelasi erat dengan Dia sehingga dapat bertahan dalam menghadapi pelbagai macam tantangan, beban hidup dan tipu muslihat iblis.
Dua, orang muda yang bertanya kepada Yesus tentang hidup kekal, ternyata bingung dan tidak tahu jalan yang harus ditempuh, agar masuk ke kehidupan abadi. Dia bingung karena ada ratusan perintah yang ditetapkan tua-tua Israel. Maka Yesus menjawab: hanya ada 1 perintah utama yaitu mencintai Allah dan sesama. Semoga sebagai pemimpin lembaga, pimpinan komunitas, koordinator atau kades dan lain-lain, mereka mengantar orang kepada Yesus sehingga hidup tenteram, dan bukan membuat kebingungan, kegaduhan atau kekacauan bahkan tindak kekerasan. Amin.
Mgr Nico Adi MSC
